Magetan, beritagress.com - Politik tidak semata-mata tentang perebutan kekuasaan. Di tangan generasi muda, politik semestinya menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, mengasah keberanian berbicara, sekaligus belajar memahami persoalan masyarakat.
Semangat itulah yang mewarnai Lomba Pidato AHY tingkat SMA/SMK sederajat yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Magetan, yang berlangsung di kantor DPC Partai Demokrat Magetan, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Secara nasional, kompetisi Pidato AHY Muda 2026 memang menyasar pelajar tingkat SMA, SMK dan sederajat, dengan gagasan utama seputar kemajuan ekonomi, keadilan dan demokrasi.
Mengusung tema “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi”, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang mencari siapa yang paling piawai berbicara di depan publik. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian generasi muda dalam menyampaikan pandangan secara santun, logis dan bertanggung jawab.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Magetan, dr. Pangajoman, SH., MM, atau yang akrab disapa Mas Pang menegaskan, bahwa keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter kepemimpinan.
Menurutnya, para peserta telah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menguji sejauh mana persiapan yang selama ini dilakukan.
“Saya yakin hari ini adalah hari yang sudah ditentukan Tuhan untuk mencoba kemampuan dan mengekspresikan apa yang selama ini sudah disiapkan dan sudah di latih oleh para peserta dengan baik di rumah. Kami yakin persiapannya sudah maksimal,” ucap Mas Pang
Ia juga meminta seluruh peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman berharga, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Berkontestasilah dengan fair, dengan adil dan sportif. Insyaallah tim juri juga akan bekerja seadil-adilnya. Selamat bertanding, semoga sukses dan bisa melangkah ke tahapan berikutnya,” lanjutnya.
Bagi Demokrat Magetan, keberadaan lomba pidato menjadi penting karena demokrasi tidak akan tumbuh kuat jika generasi mudanya takut berbicara. Namun, keberanian tersebut juga harus dibarengi kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan, menghormati perbedaan serta menyampaikan pendapat berdasarkan argumentasi.
Di titik inilah tema “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi” menemukan relevansinya. Pelajar tidak hanya diajak berbicara tentang politik, tetapi juga memahami bahwa ekonomi, keadilan dan demokrasi merupakan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Lomba tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda dengan cara yang lebih edukatif.
Sejumlah penyelenggaraan lomba serupa di daerah lain juga menempatkan kompetisi pidato sebagai sarana untuk membangun kemampuan public speaking, berpikir kritis dan keberanian menyampaikan gagasan.
Dengan demikian, panggung lomba bukan sekadar tempat menentukan siapa yang menjadi juara. Akan tetapi, Panggung menjadi salah satu ruang belajar atau tempat generasi muda berlatih menjadi warga negara yang berani bersuara, mampu berbeda pendapat tanpa bermusuhan, serta memahami bahwa demokrasi membutuhkan gagasan, bukan sekadar sorak-sorai. (Gun)
Semangat itulah yang mewarnai Lomba Pidato AHY tingkat SMA/SMK sederajat yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Magetan, yang berlangsung di kantor DPC Partai Demokrat Magetan, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Secara nasional, kompetisi Pidato AHY Muda 2026 memang menyasar pelajar tingkat SMA, SMK dan sederajat, dengan gagasan utama seputar kemajuan ekonomi, keadilan dan demokrasi.
Mengusung tema “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi”, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang mencari siapa yang paling piawai berbicara di depan publik. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian generasi muda dalam menyampaikan pandangan secara santun, logis dan bertanggung jawab.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Magetan, dr. Pangajoman, SH., MM, atau yang akrab disapa Mas Pang menegaskan, bahwa keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter kepemimpinan.
Menurutnya, para peserta telah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menguji sejauh mana persiapan yang selama ini dilakukan.
“Saya yakin hari ini adalah hari yang sudah ditentukan Tuhan untuk mencoba kemampuan dan mengekspresikan apa yang selama ini sudah disiapkan dan sudah di latih oleh para peserta dengan baik di rumah. Kami yakin persiapannya sudah maksimal,” ucap Mas Pang
Ia juga meminta seluruh peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman berharga, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
![]() |
| Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Magetan, dr. Pangajoman, SH., MM |
Bagi Demokrat Magetan, keberadaan lomba pidato menjadi penting karena demokrasi tidak akan tumbuh kuat jika generasi mudanya takut berbicara. Namun, keberanian tersebut juga harus dibarengi kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan, menghormati perbedaan serta menyampaikan pendapat berdasarkan argumentasi.
Di titik inilah tema “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi” menemukan relevansinya. Pelajar tidak hanya diajak berbicara tentang politik, tetapi juga memahami bahwa ekonomi, keadilan dan demokrasi merupakan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Lomba tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda dengan cara yang lebih edukatif.
Sejumlah penyelenggaraan lomba serupa di daerah lain juga menempatkan kompetisi pidato sebagai sarana untuk membangun kemampuan public speaking, berpikir kritis dan keberanian menyampaikan gagasan.
Dengan demikian, panggung lomba bukan sekadar tempat menentukan siapa yang menjadi juara. Akan tetapi, Panggung menjadi salah satu ruang belajar atau tempat generasi muda berlatih menjadi warga negara yang berani bersuara, mampu berbeda pendapat tanpa bermusuhan, serta memahami bahwa demokrasi membutuhkan gagasan, bukan sekadar sorak-sorai. (Gun)






