Magetan, beritagress.com - Tongkat estafet kepemimpinan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan resmi berganti. Setelah pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab), kepemimpinan Rutan Magetan kini dipercayakan kepada Hadi Wijaya menggantikan pejabat sebelumnya, Ari Rahmanto yang telah mengemban tugas selama satu tahun, sebelas bulan, dan 21 hari di Magetan.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk melanjutkan berbagai program pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan yang telah berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Hadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan, baik dari internal maupun eksternal, termasuk jajaran media.
“Selama ini tentunya luar biasa. Teman-teman semua mendukung, baik internal maupun eksternal, termasuk media. Terima kasih atas dukungan selama ini,” ucap Hadi. Rabu (26/8/2026)
Sebelum dipercaya memimpin Rutan Magetan, Hadi Wijaya mendapat amanah bertugas di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di Jakarta.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya di Magetan.
Hadi menegaskan, dirinya tidak datang untuk mengubah seluruh program yang sudah berjalan. Sebaliknya, program yang dinilai baik akan dipertahankan dan ditingkatkan, sementara hal-hal yang masih membutuhkan evaluasi akan diperbaiki secara bertahap.
“Harapan saya tentunya apa yang sudah dilaksanakan oleh pejabat sebelumnya, yang baik akan terus saya lanjutkan dan tentunya akan saya tingkatkan. Apabila ada yang perlu dievaluasi, tentunya akan kita perbaiki untuk kemajuan Rutan Magetan,” tegasnya.
Untuk 100 hari pertama, Hadi memastikan fokus utamanya adalah menjaga kesinambungan program sekaligus memperkuat kualitas pelayanan. Arahan pimpinan akan menjadi landasan dalam menjalankan tugas, dengan tetap menempatkan pembinaan warga binaan dan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas serta menjalankan kunci-kunci pemasyarakatan yang telah menjadi perhatian pimpinan, termasuk upaya pemberantasan penyalahgunaan handphone dan berbagai bentuk pelanggaran di dalam Rutan.
“Kita tetap melaksanakan apa yang menjadi arahan pimpinan. Tetap menjadi atensi saya, memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga binaan dan masyarakat,” ujarnya.
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi mampu menjadi momentum memperkuat tata kelola Rutan Magetan.
Dengan pengalaman dan amanah baru yang diemban, Hadi diharapkan mampu membawa kesinambungan program sekaligus menghadirkan inovasi dalam pembinaan, pengamanan, serta pelayanan publik.
Bagi Hadi, amanah baru di Magetan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan komitmen. Prinsipnya jelas: yang sudah baik dilanjutkan, yang masih kurang dievaluasi, dan pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat terus ditingkatkan. (Gun)
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas serta menjalankan kunci-kunci pemasyarakatan yang telah menjadi perhatian pimpinan, termasuk upaya pemberantasan penyalahgunaan handphone dan berbagai bentuk pelanggaran di dalam Rutan.
“Kita tetap melaksanakan apa yang menjadi arahan pimpinan. Tetap menjadi atensi saya, memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga binaan dan masyarakat,” ujarnya.
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi mampu menjadi momentum memperkuat tata kelola Rutan Magetan.
Dengan pengalaman dan amanah baru yang diemban, Hadi diharapkan mampu membawa kesinambungan program sekaligus menghadirkan inovasi dalam pembinaan, pengamanan, serta pelayanan publik.
Bagi Hadi, amanah baru di Magetan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan komitmen. Prinsipnya jelas: yang sudah baik dilanjutkan, yang masih kurang dievaluasi, dan pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat terus ditingkatkan. (Gun)






