Magetan, beritagress.com-Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga berkarakter, aman, dan berpihak kepada peserta didik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Apel Akbar yang diikuti ribuan kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD hingga SMP, di GOR Ki Mageti, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, serta memastikan seluruh satuan pendidikan siap menyambut hari pertama pembelajaran yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa memasuki tahun ajaran baru harus diawali dengan semangat kebersamaan dan keselarasan langkah antarlembaga pendidikan. Menurutnya, keberhasilan dunia pendidikan tidak dapat dicapai apabila setiap sekolah berjalan sendiri-sendiri tanpa visi yang sama.
Lebih jauh, Bupati mengingatkan bahwa tujuh ikrar yang telah diucapkan seluruh kepala sekolah bukanlah sekadar rangkaian seremonial. Ikrar tersebut merupakan janji moral yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
"Komitmen yang telah diikrarkan harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan pelayanan di sekolah. Anak-anak Magetan berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, bebas dari perundungan, serta mampu mendorong mereka berkembang sesuai potensi yang dimiliki," tegasnya.
Bupati juga berharap seluruh tenaga pendidik mampu menjadi teladan dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, disiplin, berakhlak mulia, sekaligus memiliki daya saing menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Magetan, Suhardi, menjelaskan bahwa apel akbar merupakan langkah konsolidasi menyeluruh untuk memastikan seluruh unsur pendidikan memiliki kesiapan yang sama dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar.
Menurutnya, kesiapan pendidikan tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kekompakan, kesamaan persepsi, serta komitmen seluruh kepala sekolah dalam menciptakan budaya belajar yang sehat dan berkualitas.
"Tahun ajaran baru harus menjadi awal perubahan menuju pendidikan yang semakin baik. Semua jenjang pendidikan harus bergerak dalam irama yang sama, menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada masa depan anak," ujarnya.
Melalui tujuh ikrar yang telah dibacakan bersama di hadapan Bupati Magetan, seluruh kepala sekolah menyatakan kesiapan untuk mewujudkan pembelajaran yang inklusif, ramah anak, bermutu, serta mampu mencetak generasi Magetan yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Apel akbar ini menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas, melainkan juga oleh kuatnya komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menempatkan kepentingan peserta didik sebagai prioritas utama.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, sekolah, guru, dan masyarakat, Magetan optimistis mampu melahirkan generasi emas yang menjadi kebanggaan daerah sekaligus bangsa. (Gun)






