Magetan, beritagress .com– Komitmen memperkuat sektor pertanian terus diwujudkan Pemerintah Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026, desa ini membangun dan meningkatkan jaringan irigasi yang diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan.
Program berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut dikerjakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Amerta, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan.
Pembangunan saluran irigasi sepanjang 320 meter ini dibangun dengan spesifikasi teknis berupa fondasi selebar 30 sentimeter, lantai saluran setebal 12 sentimeter, tanggul 40 sentimeter, serta tinggi konstruksi dari dasar pondasi hingga lunas atas mencapai 70 sentimeter. Infrastruktur tersebut dirancang agar memiliki daya tahan yang baik dalam menunjang distribusi air irigasi secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar saluran pengairan, pembangunan ini juga memberikan manfaat ganda. Selain memperlancar pasokan air menuju lahan pertanian, bagian atas konstruksi dimanfaatkan sebagai jalan usaha tani yang memudahkan mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen. Ke depan, jalur tersebut juga diproyeksikan menjadi akses alternatif yang menghubungkan Dusun Godoh, Dusun Jagungan, hingga menuju Desa Sidokerto, sehingga mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Kepala Desa Sumbersawit, Sunyoto, mengatakan bahwa Program P3-TGAI merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan infrastruktur irigasi di tingkat desa.
"Program ini bukan sekadar membangun saluran irigasi, tetapi juga menjadi upaya memberdayakan masyarakat petani agar mampu mengelola sumber daya air secara mandiri. Dengan jaringan irigasi yang baik, produktivitas pertanian meningkat, kesejahteraan petani terangkat, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga bergantung pada ketersediaan air yang memadai dan dikelola secara efektif. Karena itu, pembangunan irigasi menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan sektor pertanian.
Sementara itu, Karyono, selaku Kamituwo Dusun Godoh sekaligus Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak), menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
"Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Melalui gotong royong dan partisipasi aktif petani, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki sehingga masyarakat akan ikut menjaga dan merawatnya," jelasnya.
Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian dari Program Pengelolaan Sumber Daya Air yang bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi sebagai penopang utama sektor pertanian. Kehadiran program ini di Desa Sumbersawit diharapkan mampu menjawab kebutuhan petani akan sistem pengairan yang lebih baik sekaligus memperkuat pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.
Pemerintah Desa Sumbersawit berharap pembangunan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Sebab, irigasi yang baik bukan hanya mengalirkan air ke sawah, tetapi juga mengalirkan harapan bagi kesejahteraan petani dan masa depan ketahanan pangan Indonesia. (Red/Spr)






