![]() |
| Pangdam V/ Brawijayan Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A didampingi Kodim 0804 Magetan, Letkol Inf. Omi Girindra S saat kunjungan pembangunan Batalyon di Mategal beberapa bulan lalu |
Proyek strategis nasional yang dipusatkan di Desa Mategal, Kecamatan Parang ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Magetan.
Pembangunan markas berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 51,13 hektare yang berasal dari kawasan Perhutani. Kehadiran satuan baru TNI ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pertahanan wilayah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program pembangunan berbasis teritorial.
Komandan Kodim 0804 Magetan, Letkol Inf. Omi Girindra S, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap IV paket I. Pada tahap tersebut, pembangunan difokuskan pada empat barak prajurit, dapur, garasi alat berat, lima unit rumah dinas, serta gudang logistik.
"Kami terus mengupayakan agar proses pembangunan dapat diselesaikan secepat mungkin sesuai target yang telah ditetapkan," ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2026)
Ke depan, batalyon ini diproyeksikan akan ditempati sekitar 500 hingga 600 prajurit TNI, sementara mekanisme penempatan personel akan mengikuti kebijakan dan perintah dari komando atas.
Lebih jauh, Omi menegaskan bahwa kehadiran Teritorial Pembangunan bukan semata-mata menambah kekuatan militer. Lebih dari itu, keberadaan tersebut akan menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
![]() |
| Komandan Kodim 0804 Magetan, Letkol Inf. Omi Girindra S |
Pun, Keberadaan empat kompi teritorial tersebut menunjukkan transformasi peran TNI yang tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga aktif mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pendampingan sektor pertanian, pengembangan perikanan, pelayanan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur, sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan semakin kuat.
"Pembangunan markas batalyon ini juga diprediksi membawa efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Mulai dari meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, tumbuhnya usaha mikro dan perdagangan, hingga berkembangnya sektor jasa serta perumahan di sekitar kawasan pembangunan,"tambah Omi
Dengan hadirnya Teritorial Pembangunan ini, Magetan tidak hanya memperkokoh posisinya sebagai salah satu wilayah strategis pertahanan di Jawa Timur, tetapi juga membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan daerah.
Kolaborasi antara kekuatan pertahanan dan pembangunan diharapkan mampu menciptakan wilayah yang aman, mandiri, produktif, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (Gun)






