Magetan, beritagress.com- Jalan rusak yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga akhirnya mulai tinggal kenangan. Puluhan warga RT 01/RW 04, Dukuh Puhtelu, Desa Temboro, Kecamatan Karas, bergotong royong melaksanakan pengecoran jalan lanjutan pada Jumat (3/7/2026), sebagai wujud nyata kepedulian terhadap fasilitas umum yang selama ini dinantikan masyarakat.
Yang menjadi perhatian, proyek ini tidak menggunakan bantuan pemerintah maupun pihak lain. Seluruh biaya pembangunan ditanggung sepenuhnya oleh Basori Yanto, pengusaha tambang sekaligus pemilik CV Permata Sinar Mulia, sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halamannya. Sementara pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Permata Sinar Mulia dengan dukungan penuh tenaga swadaya masyarakat.
Jalan sepanjang 180 meter, dengan lebar 6 meter dan ketebalan cor 15–20 sentimeter, merupakan akses vital bagi aktivitas warga sehari-hari. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan dipenuhi lubang, rusak berat, dan berubah menjadi kubangan saat musim hujan. Selain menghambat mobilitas masyarakat, kondisi tersebut juga kerap membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berangkat dari kondisi itulah, Basori Yanto menginisiasi musyawarah bersama warga untuk mencari solusi. Hasilnya, lahirlah kesepakatan membangun jalan secara mandiri dengan mengedepankan semangat kebersamaan.
"Sudah terlalu lama jalan ini rusak. Kami tidak ingin terus menunggu bantuan yang belum tentu datang. Akhirnya, melalui musyawarah, diputuskan pembangunan dilakukan secara mandiri. Dana berasal sepenuhnya dari Bapak Basori Yanto, sedangkan warga menyumbangkan tenaga melalui gotong royong," ucap Suyono
Semangat kebersamaan begitu terasa sepanjang proses pengecoran. Sejak pagi, warga bergantian mengatur lalu lintas, membantu distribusi material, hingga meratakan adukan beton. Dukungan armada truk molen membuat proses pekerjaan berlangsung lebih efektif sehingga pengecoran yang biasanya memakan waktu beberapa hari mampu diselesaikan hanya dalam satu hari.
Kekompakan warga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sunardi, orang kepercayaan Basori Yanto yang turut memantau jalannya pekerjaan, menyebut kegiatan tersebut sebagai contoh nyata bahwa kepedulian dan solidaritas masyarakat mampu menghadirkan perubahan besar.
"Ini menjadi bukti bahwa ketika ada kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong, persoalan yang selama ini dianggap berat bisa diselesaikan bersama. Jalan yang sebelumnya rusak parah kini berubah menjadi akses yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Semoga semangat seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain," ungkapnya.
Rampungnya pengecoran jalan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian seorang warga yang didukung kekompakan masyarakat mampu melahirkan manfaat besar bagi banyak orang. Di tengah berbagai keterbatasan, semangat gotong royong kembali membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian dan aksi nyata. (Red)






