Magetan, beritagress.com-Pelaksanaan proyek HIPPA P3-TGAI di Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pembangunan saluran irigasi sebagaimana tampak pada pekerjaan yang sedang berlangsung memunculkan dugaan bahwa konstruksi dikerjakan tanpa diawali pasangan pondasi sebagai penyangga utama bangunan.
Dari kondisi di lapangan, bekisting beton terlihat langsung berdiri di atas dasar galian yang masih tergenang air. Di sekitar lokasi juga belum tampak adanya pasangan batu sebagai pondasi yang umumnya menjadi bagian penting dalam menopang kekuatan konstruksi saluran irigasi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian metode pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Apabila dugaan tersebut benar, pekerjaan tanpa pondasi berpotensi memengaruhi daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Terlebih, saluran irigasi akan terus menerima tekanan aliran air dan pergerakan tanah, sehingga pondasi menjadi elemen penting untuk menjaga stabilitas konstruksi.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sidokerto, Sukarno, menjelaskan bahwa kewenangan pelaksanaan pekerjaan saat ini berada di bawah koordinasinya karena Ketua HIPPA sedang sakit.
"Kewenangan telah dilimpahkan kepada saya sejak Ketua HIPPA sakit. Pekerjaan ini sudah sesuai dengan gambar," ucap Sukarno saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026)
Pernyataan tersebut belum sepenuhnya menjawab keraguan publik terkait dugaan tidak adanya pasangan pondasi yang terlihat di lapangan. Jika memang pekerjaan telah sesuai gambar kerja, maka diperlukan penjelasan teknis dari pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pendamping Program P3-TGAI belum dapat dimintai keterangan meskipun telah diupayakan untuk dikonfirmasi. Akibatnya, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai metode pelaksanaan pekerjaan maupun kesesuaian konstruksi dengan dokumen perencanaan.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan program yang menggunakan anggaran negara dan ditujukan untuk meningkatkan infrastruktur irigasi bagi petani. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis, agar kualitas bangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. (Gun)





