![]() |
| Anom( Tengah Berjenggot) Bersama Anggota LSM Garda Wengker |
Ponorogo,beritagress.com,- Tirakatan Malam 1 Suro adalah tradisi sakral masyarakat Jawa berupa perenungan, doa bersama, dan lek-lekan (begadang) semalam suntuk untuk menyambut pergantian tahun baru Jawa (1 Suro).
Di wilayah Ponorogo khusunya, Tradisi ini biasanya dirangkai dengan kegiatan keagamaan, selamatan desa, hingga Kirab Pusaka di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, LSM Garda Wengker ( Gawe) pun menggelar acara tirakatan bersama seluruh anggota bertempat dimarkas kandang Wengker desa Winong kecamatan Jetis Ponorogo.
Anom Ketua Garda Wengker mengatakan bahwa Tirakatan malam 1 Suro ini merupakan momen introspeksi diri (mulat sariro) untuk membersihkan hati, mengendalikan hawa nafsu, dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Menata kembali komitmen hidup agar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama manusia (memayu hayuning bawana)" ungkap Anom kepada beritagress.
Anom berharap,di bulan Suro (yang bertepatan dengan bulan Muharram dalam kalender Islam) adalah memohon keselamatan (tolak bala), kelancaran rezeki, kedamaian batin, serta penyucian diri dari kesalahan masa lalu.
Tentunya bagi masyarakat Jawa dan umat Muslim, pergantian tahun ini menjadi momentum sakral untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) demi kehidupan yang lebih berkah.
Tirakatan atau melekan malam 1 Suro LSM Garda Wengker tersebut diisi dengan ngobrol dan ngopi bareng dan diharapkan terwujud kebersamaan yang harmonis tercipta aura positip dalam tubuh lembaga sehingga mampu meningkatkan loyalitas dan kinerja dalam tubuh Garda Wengker Ponorogo (Yogie)





