Magetan, beritagress.com-Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian.
Salah satunya melalui program rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Jejeruk yang menjadi salah satu urat nadi pengairan bagi sektor pertanian di wilayah Magetan.
Sosialisasi program rehabilitasi tersebut digelar sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala DPUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, menyampaikan bahwa jaringan irigasi DI Jejeruk memiliki bentang saluran yang cukup panjang, mencapai sekitar 50 kilometer. Namun, pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah baru melakukan penanganan pada sebagian ruas yang menjadi prioritas.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur pengairan. Dari total jaringan sekitar 50 kilometer, tahap awal rehabilitasi dilakukan sepanjang kurang lebih 16 kilometer,” jelas Muhtar. Jumat (26/6/2026) lalu
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting mengingat masih terdapat sejumlah titik jaringan irigasi yang membutuhkan perbaikan. Kondisi saluran yang optimal dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian, terutama dalam menjaga ketersediaan air bagi petani.
“Jaringan irigasi Jejeruk memiliki peran strategis karena menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian yang luas. Sekitar 1.700 hektare area persawahan bergantung pada keberadaan sistem irigasi ini,” ungkapnya.
Salah satunya melalui program rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Jejeruk yang menjadi salah satu urat nadi pengairan bagi sektor pertanian di wilayah Magetan.
Sosialisasi program rehabilitasi tersebut digelar sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala DPUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, menyampaikan bahwa jaringan irigasi DI Jejeruk memiliki bentang saluran yang cukup panjang, mencapai sekitar 50 kilometer. Namun, pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah baru melakukan penanganan pada sebagian ruas yang menjadi prioritas.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur pengairan. Dari total jaringan sekitar 50 kilometer, tahap awal rehabilitasi dilakukan sepanjang kurang lebih 16 kilometer,” jelas Muhtar. Jumat (26/6/2026) lalu
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting mengingat masih terdapat sejumlah titik jaringan irigasi yang membutuhkan perbaikan. Kondisi saluran yang optimal dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian, terutama dalam menjaga ketersediaan air bagi petani.
“Jaringan irigasi Jejeruk memiliki peran strategis karena menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian yang luas. Sekitar 1.700 hektare area persawahan bergantung pada keberadaan sistem irigasi ini,” ungkapnya.
Muhtar menegaskan, proyek rehabilitasi tersebut merupakan program pemerintah pusat yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah Kabupaten Magetan berperan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program melalui koordinasi, pendampingan, serta penyelarasan dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah menerima manfaat dari program ini, sementara peran kami memastikan pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sesuai aturan serta selaras dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.
Selain memperbaiki fungsi jaringan pengairan, DPUPR Magetan juga mulai melakukan penataan terhadap keberadaan bangunan yang berdiri di sekitar aset irigasi. Sejumlah bangunan yang diduga tidak memiliki izin dan berada di atas saluran air menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu fungsi utama jaringan irigasi.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di kawasan sekitar Stadion Magetan. Untuk penertiban, DPUPR akan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan kawasan sungai dan jaringan irigasi.
“Penataan akan dilakukan melalui langkah koordinasi dan pendekatan sesuai aturan. Tujuannya agar fungsi saluran irigasi tetap terjaga dan tidak terganggu oleh aktivitas bangunan yang tidak sesuai ketentuan,” tegas Muhtar.
Dengan rehabilitasi DI Jejeruk ini, pemerintah berharap sistem pengairan semakin handal, produktivitas pertanian meningkat, serta mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Magetan. (Gun)
“Pemerintah daerah menerima manfaat dari program ini, sementara peran kami memastikan pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sesuai aturan serta selaras dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.
Selain memperbaiki fungsi jaringan pengairan, DPUPR Magetan juga mulai melakukan penataan terhadap keberadaan bangunan yang berdiri di sekitar aset irigasi. Sejumlah bangunan yang diduga tidak memiliki izin dan berada di atas saluran air menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu fungsi utama jaringan irigasi.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di kawasan sekitar Stadion Magetan. Untuk penertiban, DPUPR akan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan kawasan sungai dan jaringan irigasi.
“Penataan akan dilakukan melalui langkah koordinasi dan pendekatan sesuai aturan. Tujuannya agar fungsi saluran irigasi tetap terjaga dan tidak terganggu oleh aktivitas bangunan yang tidak sesuai ketentuan,” tegas Muhtar.
Dengan rehabilitasi DI Jejeruk ini, pemerintah berharap sistem pengairan semakin handal, produktivitas pertanian meningkat, serta mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Magetan. (Gun)






