Magetan, beritagress.com-Semangat membangun generasi muda yang berdaya terus digaungkan oleh Tahfidz Leadership Magetan melalui gelaran Youth Impact Day 2026, sebuah seminar inspiratif yang mempertemukan pelajar SMA dan MA dari berbagai wilayah di Kabupaten Magetan, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan diri bagi para pelajar untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan keberanian tampil di hadapan publik.
Tidak sekadar seminar biasa, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter bagi generasi muda agar memiliki mental tangguh, visi masa depan, dan kemampuan membawa pengaruh positif di lingkungan sekitarnya. Para peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai public speaking, leadership, hingga pengembangan potensi diri sejak usia sekolah.
Pembina Tahfidz Leadership Magetan, Bedid Nana Sambodo, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda di Magetan. Menurutnya, pelajar yang aktif dan memiliki semangat belajar perlu mendapat ruang untuk berkembang agar mampu menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Kami ingin anak-anak muda Magetan memiliki keberanian untuk berbicara, berpikir besar, dan mampu memimpin. Karena pemimpin masa depan tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk sejak muda melalui proses pembinaan dan pengalaman,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan Tahfidz Leadership tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik maupun hafalan Al-Qur’an, namun juga membangun kemandirian, pola pikir kreatif, dan jiwa entrepreneur.
Menurut Bedid, generasi muda saat ini harus dipersiapkan agar tidak hanya kuat dalam nilai spiritual, tetapi juga mampu berdiri mandiri secara ekonomi serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik di tengah perkembangan era digital.
Program pembinaan tersebut berlangsung selama satu tahun penuh dan diberikan tanpa biaya. Para peserta juga memperoleh fasilitas pendukung seperti tempat tinggal dan konsumsi selama masa pembinaan. Adapun syarat mengikuti program di antaranya minimal hafal satu juz Al-Qur’an, aktif dalam organisasi sekolah, lulusan SMA sederajat, serta belum menikah.
Sejumlah alumni Tahfidz Leadership diketahui telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mengikuti program magang profesional, hingga terjun di berbagai bidang pekerjaan dan usaha mandiri.
Sementara itu, Pengampu Tahfidz Leadership Magetan, Muhammad Hasrul Faiz, menegaskan bahwa pendidikan yang dibangun dalam program ini bertujuan melahirkan generasi pemimpin yang berakhlak dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Anak-anak muda ini bukan hanya diajarkan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang memiliki tanggung jawab, kepemimpinan, dan semangat memberi manfaat. Kami berharap beberapa tahun ke depan lahir pemimpin dan entrepreneur muda yang membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial,” tambahnya
Melalui Youth Impact Day 2026, Tahfidz Leadership Magetan ingin menanamkan optimisme bahwa generasi muda daerah memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing. Dengan bekal karakter, ilmu, serta kemampuan komunikasi yang baik, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masa depan bangsa. (Gun)






