![]() |
| Rutan Kelas IIB Magetan lakukan tes urin terhadap 25 Warga Binaan |
Magetan, beritagress.com-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang.
Hal itu dibuktikan melalui pelaksanaan tes urin terhadap sejumlah warga binaan, termasuk enam tersangka kasus dugaan korupsi dana pokok pikiran (pokir), Jumat (15/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya isu di tengah masyarakat yang menyebut adanya dugaan penggunaan narkoba atau barang terlarang oleh salah satu tersangka kasus pokir yang saat ini menjalani penahanan di Rutan Magetan.
Kepala Pengamanan Rumah Tahanan Negara (Ka KPR) Rutan Kelas IIB Magetan, Andy Sulistiawan, menegaskan bahwa seluruh hasil tes urin menunjukkan hasil negatif.
“Tes urin dilakukan kepada enam tersangka kasus pokir serta warga binaan lainnya dengan total keseluruhan 30 orang dari berbagai perkara. Hasilnya seluruhnya negatif,” ucap Andy
Menurut Andy, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengawasan internal sekaligus bentuk transparansi Rutan Magetan dalam menjawab isu yang berkembang di masyarakat. Ia memastikan pihaknya tidak memberi ruang terhadap peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di dalam rutan.
Ia menambahkan, kegiatan tes urin tidak hanya dilakukan insidental, tetapi menjadi agenda rutin yang disertai razia kamar hunian warga binaan.
“Tes urin dan razia kami lakukan secara rutin, minimal seminggu sekali. Ini sebagai upaya deteksi dini sekaligus memastikan lingkungan rutan tetap aman dan bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang lainnya,” tegasnya.
Rutan Kelas IIB Magetan juga memastikan pengawasan terhadap seluruh warga binaan dilakukan tanpa tebang pilih, termasuk terhadap tahanan yang tengah menjadi perhatian publik.
Dengan langkah tersebut, pihak rutan berharap kepercayaan masyarakat terhadap proses pembinaan dan pengamanan di dalam rutan tetap terjaga. (Gun)
“Tes urin dilakukan kepada enam tersangka kasus pokir serta warga binaan lainnya dengan total keseluruhan 30 orang dari berbagai perkara. Hasilnya seluruhnya negatif,” ucap Andy
![]() |
| Kepala Pengamanan Rumah Tahanan Negara (KA KPR) Rutan Magetan, Sulistiawan saat lakukan pengecekan hasil tes urine |
Ia menambahkan, kegiatan tes urin tidak hanya dilakukan insidental, tetapi menjadi agenda rutin yang disertai razia kamar hunian warga binaan.
“Tes urin dan razia kami lakukan secara rutin, minimal seminggu sekali. Ini sebagai upaya deteksi dini sekaligus memastikan lingkungan rutan tetap aman dan bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang lainnya,” tegasnya.
Rutan Kelas IIB Magetan juga memastikan pengawasan terhadap seluruh warga binaan dilakukan tanpa tebang pilih, termasuk terhadap tahanan yang tengah menjadi perhatian publik.
Dengan langkah tersebut, pihak rutan berharap kepercayaan masyarakat terhadap proses pembinaan dan pengamanan di dalam rutan tetap terjaga. (Gun)






