![]() |
| Ratusan Guru Honorer Gelar Aksi Demo Menuntut dimasukan Dapodik |
Ponorogo,beritagress.com,- Ribuan Guru honorer kabupaten Ponorogo non-Dapodik Selasa ( 26/05) menggelar aksi di halaman Kabupaten Ponorogo pada Selasa (26/05/2026). Mereka menuntut pengakuan resmi melalui pendataan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai syarat mutlak kepastian nasib mereka.
Aksi berlangsung tertib, Ribuan guru honorer tersebut sembari mengeluarkan uneg- unegnya dengan menggelar spanduk dengan nada kesal karena selama bertahun-tahun merasa terhambat secara administratif.
Mereka menuntut dengan tidak masuk dalam sistem Dapodik, para guru honorer ini tidak memiliki akses untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun program bantuan pusat lainnya.
Ketua Forum Guru Honorer Non-Dapodik Kabupaten Ponorogo, Mahmud Danuri, menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk memperjuangkan kejelasan status para guru yang telah lama mengabdi.
Aksi hari ini menyuarakan aspirasi bahwa kami guru honorer non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo itu ada dan nyata. Kami tidak berniat buruk kepada pemerintah daerah, tetapi kami semua hanya minta keberadaan kami diakui.
" Kepada pemerintah daerah,Saya minta segera ada regulasi untuk kami semua dimasukkan ke dalam Dapodik,” tegas Mahmud Danuri.
Sementara itu Riyanto anggota DPRD Ponorogo ikut bersikap, Riyanto yang saat itu hadir merasa prihatin melihat kondisi para guru yang nasibnya masih terkatung-katung.
Riyanto berharap ada solusi bagi para guru yang tergabung dalam forum ini agar mereka bisa segera masuk sistem dan berpeluang mengikuti seleksi P3K. Rata-rata guru ini telah mengabdi antara 6 hingga 10 tahun dengan honor yang sangat minim, berkisar antara Rp250.000 hingga Rp500.000 per bulan.
“Saya tahu persis kondisi guru-guru yang nasibnya seperti itu. Intinya kami menerima dan akan mengawal aspirasi dari teman-teman guru GTT non-Dapodik ini hingga sesuai yang diharapkan," jelas Riyanto
Memang ironis, Selama masa pengabdian tersebut, mereka bertahan dengan upah yang sangat minim (berkisar Rp500.000 per bulan)itu jauh di bawah standar layak.
Para guru honorer ini berharap dengan adanya aksi tersebut menghasilkan keputusan nyata yang berpihak pada kesejahteraan para guru honorer dikabupaten Ponorogo ( Yogie)





