Magetan, beritagress.com-Pemerintah Kabupaten Magetan angkat bicara menanggapi berbagai opini publik melalui surat terbuka yang dijawab langsung oleh Nanik Sumantri, Sabtu (11/4/2026). Pemerintah menegaskan komitmen terhadap keterbukaan informasi sekaligus meluruskan potensi disinformasi yang berkembang di masyarakat.
Terkait banjir, Pemkab memastikan telah melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan langkah penanganan jangka pendek hingga panjang, mulai dari pembenahan drainase hingga penataan tata guna lahan. Penanganan dilakukan bertahap dengan skala prioritas, sembari memastikan wilayah terdampak telah dibersihkan dan warga dapat kembali beraktivitas.
Menjawab sorotan kegiatan di Jakarta, termasuk agenda di TMII dan Forum Pawitandirogo, pemerintah menilai kegiatan tersebut sebagai upaya promosi potensi daerah serta membangun sinergi dengan perantau dan pemangku kepentingan nasional. Seluruh kegiatan disebut tetap mengacu pada aturan dan prinsip efisiensi anggaran.
“Jawaban ini bukan bentuk reaksi semata, tetapi bagian dari komitmen kami membangun komunikasi terbuka dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh serta tidak terpengaruh disinformasi,” tegas Nanik.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah menghargai kritik dan saran masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi. “Partisipasi publik sangat penting. Masukan dari masyarakat menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki dan membangun Magetan ke depan,” imbuhnya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan kesiapan anggaran kebencanaan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah mitigasi risiko. Pemkab menegaskan seluruh kebijakan yang diambil berorientasi pada keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka ruang partisipasi publik demi pembangunan daerah yang lebih baik.*(Gun)*





