![]() |
| Foto Ilustrasi/NB |
Ponorogo,beritagress.com,- Momen Idul Fitri yang seharusnya menjalin silaturahmi dan saling memaafkan, justru hari raya idul Fitri kali ini bagi salah satu warga dusun Kebatan desa Campurejo Sambit Ponorogo menjadi ajang berdarah.
Sebut saja K (55)pria warga kecamatan Sawoo nekat melakukan penganiayaan berat dengan membacok seorang wanita bernama Sujarmi (48) warga Kecamatan Sawoo pada Minggu malam (22/3/2026). sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah warung nasi pecel pincuk milik warga setempat.
Berdasarkan informasi di TKP , kejadian bermula saat pelaku mendatangi korban yang sedang bekerja di warung tersebut dengan maksud untuk mengajak bicara.
Namun, ajakan bicara tersebut ditolak oleh korban, hingga memicu cekcok mulut yang hebat antara keduanya. Suasana seketika mencekam saat pelaku yang tersulut emosi mengeluarkan senjata tajam berupa pisau dan membabi buta menyerang korban.
"Tersangka K membacok menggunakan pisau tepat mengenai bagian tubuh korban sebelah kiri bagian atas sebanyak empat kali dan bagian kepala satu kali dan setelah itu tersangka kabur kearah timur ," ungkap sumber yang tak mau disebut.
Mendapati laporan tindak pidana kekerasan tersebut, Petugas Polsek Sambit gerak cepat dan langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Sambit untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Hasil gerak cepat kepolisian membuahkan hasil, Tak butuh waktu lama pelaku berhasil di ringkus.
Pelaku diringkus tepat di depan sebuah toko besi di Desa Bulu, Kecamatan Sambit.
Diketahui, pelaku juga menderita penyakit epilepsi, sehingga petugas turut membawanya ke puskesmas untuk pengecekan kesehatan.
Kapolsek Sambit, AKP Baderi, SH, MH, membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan berat di wilayah hukumnya tersebut. Namun, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan secara rinci terkait motif di balik aksi pembacokan ini.
"Betul telah terjadi penganiayaan disertai dengan pembacokan oleh seorang laki-laki kepada seorang perempuan. Untuk motifnya belum jelas, masih dalam proses penyelidikan," ujar AKP Baderi saat dikonfirmasi.
Saat ini pihak kepolisian masih menunggu kondisi kedua belah pihak stabil untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Lokasi tempat kejadian perkara saat ini diberi garis Police Line.
"Kami belum bisa memberikan keterangan rinci karena keduanya masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan," pungkasnya.
Kasus ini kini dalam penanganan intensif Satreskrim Polsek Sambit guna mengungkap latar belakang pertikaian tepat dihari Raya Idul Fitri ini (Yogie)





