Magetan, beritagress.com-Bertemakan Samata Samahita, Calender of Event (CoE) 2026 telah diluncurkan. Lounching CoE oleh Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan ini akan menjadi agenda penting untuk diingat oleh masyarakat.
Pasalnya, CoE 2026 ini merupakan agenda tahunan yang dipergunakan sebagai sarana promosi wisata dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Magetan, peluncuran ini juga bertujuan untuk menyebarkan informasi positif mengenai agenda event sepanjang tahun 2026. Yang dimaksudkan agar masyarakat dan wisatawan lokal maupun asing mengetahui acara event yang akan diselenggarakan oleh Pemkab Magetan pada tahun 2026.
Lounching CoE 2026 yang di pusatkan di Plaza Ndoyo, Kamis malam (11/12/2025) ini juga sebagai ajang promosi lokasi untuk pengembangan ekonomi kreatif.
Dikatakan Kepala Disbudpar Magetan, Joko Trihono di sela-sela kegiatan, bahwa Calender event 2026 ini akan ada 37 event, dan salah satu event akan menjadi ikon unggulan.
"Dari 37 event ini akan menjadi ikon unggulan yaitu Labuhan Sarangan, ini merupakan penggabungan antara seni dan budaya yang menjadi event nasional," ucap Joko
![]() |
| Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Joko Trihono |
Lebih lanjut, Dalam CoE 2026 ini akan ada perubahan jadwal dalam pelaksanaan, dan pihaknya setiap tahun juga telah melakukan monev dengan berbagai pihak.
"Event apa-apa saja yang akan dilakukan, kita disini juga menyarankan dalam penyelenggaraan nya, bagi yang bersangkutan dalam CoE juga memferivikasi kepada kami, dan tentunya kami memberikan masukan-masukan terkait event-event yang akan dilaksanakan, dan tentunya yang memenuhi syarat akan kita masukan dalam Calender of event tahun 2026," tambahnya
Lebih lanjut, Dalam lounching ini akan ada kegiatan selama 3 hari, pembukaan yang bisa kita nikmati mulai hari ini hingga Sabtu mendatang.
"Dalam pembukaan lounching bisa kita saksikan ada pertunjukan tari kolosal dengan menggunakan media bambu, ini merupakan sebuah karya yang diambil dari pelukis legendaris yang diaplikasikan dalam 3 dimensi, dan kita kolaborasikan dalam sebuah tari yang dimana disitu ada unsur bambunya, iniel merupakan penggambaran yang terus tumbuh dan berkembang, dan tentunya memiliki kehidupan untuk masa depan," pungkasnya
Sebagai informasi, Ada alasan tersendiri kenapa memilih lokasi di Ndoyo plaza. Sebab, kedepan lokasi ini diharapkan menjadi lokasi yang menjadi pengembangan kreasi, seni, budaya, UMKM, ekonomi kreatif yang bisa menggabungkan dengan pusat ekonomi kreatif dengan jalan sawo.
Ini merupakan penggabungan dan kolaborasi ketika wisatawan datang ke Magetan bukan hanya ke sarangan, akan tetapi juga menyiapkan ruang publik yang menjadi bagian dari urban tourism, memanfaatkan lingkungan publik yang digunakan untuk masyarakat mengembangkan diri dalam seni.
(Gun)
"Event apa-apa saja yang akan dilakukan, kita disini juga menyarankan dalam penyelenggaraan nya, bagi yang bersangkutan dalam CoE juga memferivikasi kepada kami, dan tentunya kami memberikan masukan-masukan terkait event-event yang akan dilaksanakan, dan tentunya yang memenuhi syarat akan kita masukan dalam Calender of event tahun 2026," tambahnya
Lebih lanjut, Dalam lounching ini akan ada kegiatan selama 3 hari, pembukaan yang bisa kita nikmati mulai hari ini hingga Sabtu mendatang.
"Dalam pembukaan lounching bisa kita saksikan ada pertunjukan tari kolosal dengan menggunakan media bambu, ini merupakan sebuah karya yang diambil dari pelukis legendaris yang diaplikasikan dalam 3 dimensi, dan kita kolaborasikan dalam sebuah tari yang dimana disitu ada unsur bambunya, iniel merupakan penggambaran yang terus tumbuh dan berkembang, dan tentunya memiliki kehidupan untuk masa depan," pungkasnya
Sebagai informasi, Ada alasan tersendiri kenapa memilih lokasi di Ndoyo plaza. Sebab, kedepan lokasi ini diharapkan menjadi lokasi yang menjadi pengembangan kreasi, seni, budaya, UMKM, ekonomi kreatif yang bisa menggabungkan dengan pusat ekonomi kreatif dengan jalan sawo.
Ini merupakan penggabungan dan kolaborasi ketika wisatawan datang ke Magetan bukan hanya ke sarangan, akan tetapi juga menyiapkan ruang publik yang menjadi bagian dari urban tourism, memanfaatkan lingkungan publik yang digunakan untuk masyarakat mengembangkan diri dalam seni.
(Gun)






