Magetan, beritagress.com-Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, Hartono., S.Kom membuka rangkaian reses di Desa Candirejo, Magetan. Lokasi ini menjadi titik pertama dari enam agenda reses di Dapil Jatim 9 yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan.
Pertemuan yang dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha dari berbagai wilayah yang ada di Magetan ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung.
Hartono menegaskan, bahwa reses adalah momen penting untuk menyerap aspirasi tanpa perantara agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.
"Apalagi di desa candi dan wilayah lain yang ada di Magetan ini saya lihat banyak pengusaha kecil yang harus kita dukung, bersama DPMPTSP Magetan kita mengawal dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) apalagi yang namanya legalitas dalam usaha itu sangat penting,"ucap Hartono, Senin (24/11/2025)
![]() |
| Anggota DPRD Jawa Timur, Hartono., S.Kom |
Menurutnya, kehadiran ke Magetan ini tak melulu masalah jalan rusah atau sebagainya, melainkan fokus pada pemberdayaan masyarakat, yang tentunya untuk meningkatkan UMKM untuk naik tingkat dari usaha kecil hingga menengah bahkan menjadi besar.
"Kebetulan saya itu dulunya juga pelaku usaha, maka dari itu saya paham betul bagaimana beratnya berwirausaha, makannya saya hari ini menyampaikan bahwa pentingnya legalitas meskipun dari usaha kecil, dan ini saya sampaikan kepada para pelaku usaha dimanapun berada, khususnya di dapil saya," tegasnya.
Hartono menilai, kebanyakan orang di desa ketika ditanya tentang bisnis atau usaha itu selalu keluhannya sama, yakni modal yang kurang. Padahal, akses permodalan itu sangatlah banyak, namun, memang itu tidak langsung meminjam begitu saja, tetapi juga harus dimulai dari usahanya, maka dari itu legalitas usaha sangatlah penting.
"Selain itu, masalah produksi juga jangan semua dikelola sendiri, harus melibatkan kolaborasi antar sama. Mindset (pola pikir) harus dirubah, dari yang berusaha kecil harus dirubah ke berbisnis besar," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hartono juga menjelaskan akan pentingnya marketing pemasaran untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Magetan. Menurutnya, sebelum memulai untuk usaha itu harus memikirkan pemasaran itu ditujukan kepada siapa dan dimana.
"Jangan sampai disaat kita berproses itu baru memikirkan pemasarannya, harus di rencanakan dahulu pemasarannya kepada siapa dan dimananya. Untuk itulah kita harus melibatkan banyak orang atau berkolaborasi bersama, seperti contoh ada orang yang pintar berjualan namun tidak bisa berproduksi, maka itu perlu kita kolaborasi jikalau kita itu pintar berproduksi namun kurangnya pemasaran untuk menjalin kesuksesan usaha," pungkasnya
(Gun)
"Kebetulan saya itu dulunya juga pelaku usaha, maka dari itu saya paham betul bagaimana beratnya berwirausaha, makannya saya hari ini menyampaikan bahwa pentingnya legalitas meskipun dari usaha kecil, dan ini saya sampaikan kepada para pelaku usaha dimanapun berada, khususnya di dapil saya," tegasnya.
Hartono menilai, kebanyakan orang di desa ketika ditanya tentang bisnis atau usaha itu selalu keluhannya sama, yakni modal yang kurang. Padahal, akses permodalan itu sangatlah banyak, namun, memang itu tidak langsung meminjam begitu saja, tetapi juga harus dimulai dari usahanya, maka dari itu legalitas usaha sangatlah penting.
"Selain itu, masalah produksi juga jangan semua dikelola sendiri, harus melibatkan kolaborasi antar sama. Mindset (pola pikir) harus dirubah, dari yang berusaha kecil harus dirubah ke berbisnis besar," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hartono juga menjelaskan akan pentingnya marketing pemasaran untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Magetan. Menurutnya, sebelum memulai untuk usaha itu harus memikirkan pemasaran itu ditujukan kepada siapa dan dimana.
"Jangan sampai disaat kita berproses itu baru memikirkan pemasarannya, harus di rencanakan dahulu pemasarannya kepada siapa dan dimananya. Untuk itulah kita harus melibatkan banyak orang atau berkolaborasi bersama, seperti contoh ada orang yang pintar berjualan namun tidak bisa berproduksi, maka itu perlu kita kolaborasi jikalau kita itu pintar berproduksi namun kurangnya pemasaran untuk menjalin kesuksesan usaha," pungkasnya
(Gun)






