Magetan, beritagress.com-Komitmen PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mendorong kemandirian ekonomi desa terus diwujudkan melalui program Desa BRILiaN. Kali ini, BRI memberikan apresiasi dan pendampingan kepada Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, yang merupakan desa binaan BRI Unit Lembeyan, Branch Office Magetan, sekaligus menjadi bagian dari Desa BRILiaN Batch 3 Tahun 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan diantaranya Pemimpin Cabang BRI Magetan, Anton Tisna Sumantri, Pendamping Dari Universitas Airlangga, Dr. Sulis Rocayatun, serta Kepala Desa Krowe, Sarbini.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BRI bersama Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan pendampingan dan pelatihan selama satu minggu bagi perangkat desa dan pelaku usaha lokal. Materi pelatihan difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan desa, inovasi ekonomi lokal, serta peningkatan literasi keuangan digital masyarakat agar mampu mengelola potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemimpin Cabang BRI Magetan, Anton Tisna Sumantri menyampaikan, bahwa program Desa BRILiaN menjadi bukti komitmen BRI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Melalui program Desa BRILiaN, BRI ingin membangun kapasitas desa agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pendampingan yang dilakukan bersama Universitas Airlangga di Desa Krowe ini merupakan langkah strategis untuk mendorong inovasi ekonomi, penguatan kelembagaan, dan transformasi digital di desa,” ujar Anton. Senin (28/10/2025)
Dikesempatan yang sama, Pendamping Desa BRILiaN dari Universitas Airlangga, Dr. Sulis Rocayatun menambahkan, bahwa kolaborasi dengan BRI menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan sektor perbankan.
“Pelatihan yang kami berikan bertujuan memperkuat kemampuan perangkat desa dan pelaku UMKM dalam mengelola potensi lokal, khususnya melalui pendekatan digitalisasi dan inovasi berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Perlu diketahui, Desa Krowe sendiri dikenal sebagai desa dengan potensi pertanian dan olahan pangan berbasis hasil bumi, seperti singkong dan produk makanan khas Magetan yang kini mulai dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM. Dengan dukungan pendampingan dari BRI dan Universitas Airlangga, Desa Krowe diharapkan mampu memperkuat kelembagaan desa serta mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Melalui program Desa BRILiaN, BRI terus memperluas dampak sosial ekonomi di berbagai daerah di Indonesia dengan empat pilar utama: Sustainability, Innovation, Digitalization, dan Entrepreneurship. Hingga tahun 2025, BRI telah membina lebih dari 3.500 desa BRILiaN di seluruh Indonesia sebagai wujud nyata komitmen dalam “Memberdayakan Indonesia dari Desa.”
(Gun)
“Pelatihan yang kami berikan bertujuan memperkuat kemampuan perangkat desa dan pelaku UMKM dalam mengelola potensi lokal, khususnya melalui pendekatan digitalisasi dan inovasi berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Perlu diketahui, Desa Krowe sendiri dikenal sebagai desa dengan potensi pertanian dan olahan pangan berbasis hasil bumi, seperti singkong dan produk makanan khas Magetan yang kini mulai dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM. Dengan dukungan pendampingan dari BRI dan Universitas Airlangga, Desa Krowe diharapkan mampu memperkuat kelembagaan desa serta mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Melalui program Desa BRILiaN, BRI terus memperluas dampak sosial ekonomi di berbagai daerah di Indonesia dengan empat pilar utama: Sustainability, Innovation, Digitalization, dan Entrepreneurship. Hingga tahun 2025, BRI telah membina lebih dari 3.500 desa BRILiaN di seluruh Indonesia sebagai wujud nyata komitmen dalam “Memberdayakan Indonesia dari Desa.”
(Gun)






