Magetan, beritagress.com-Kegiatan yang dipusatkan di gedung pertemuan SMA N 1 Magetan ini mengundang beberapa Narasumber seperti Dinas Kominfo dan Kejaksaan Negeri setempat, serta tim PWMoi selaku penyelenggara. Peserta terdiri atas kepala sekolah, guru pembina, hingga siswa ekstra jurnalistik dari berbagai sekolah.
Salah satu tujuan sarasehan dan pelatihan jurnalistik ini sebagai pembekalan terhadap guru dan siswa dengan keterampilan jurnalistik, seperti menulis berita, melakukan wawancara, dan menyebarkan informasi secara akurat dan bertanggung jawab, dengan harapan menumbuhkan minat literasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis dalam menyampaikan informasi positif di era digital.
Tak kalah pentingnya yang di sampaikan oleh Ketua PWMoi Magetan, Agus Suyanto, bahwa pihaknya berkomitmen memberikan edukasi jurnalistik yang sehat.
“Kita harus bangkit bersatu menolak premanisme. PWMOI berkomitmen menyampaikan berita yang jelas, tidak hoaks, dan narasumber harus jelas, mulai dari anak didik dan guru harus selaras, harus paham betul terkait era digital saat ini, melalui jurnalistik seperti ini kita berupaya memberikan edukasi yang positif bagi mereka,"ucapnya, Selasa (30/9/2025)
Selain materi, PWMoi juga membagikan stiker Stop Premanisme lengkap dengan call center Kejaksaan serta buku bacaan untuk mendukung literasi peserta. Agus berharap minat siswa terhadap jurnalistik dapat dikembangkan menjadi kegiatan positif di sekolah.
Ketua MKKS SMA Negeri Magetan, Aris Sudarmono, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan jurnalistik bisa memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan.
“Jurnalistik di sekolah sangat penting agar siswa maupun pembina bisa memahami aturan dan kaidah yang benar. Kita harus bertanggung jawab menyampaikan berita yang faktual, sekaligus selektif dalam mengangkat hal-hal positif,” tambahnya
Selain pemberian materi, Acara berlangsung secara interaktif, terlihat acara semakin serius dengan adanya tanya jawab antara peserta dengan narasumber.
(Gun)
Ketua MKKS SMA Negeri Magetan, Aris Sudarmono, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan jurnalistik bisa memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan.
“Jurnalistik di sekolah sangat penting agar siswa maupun pembina bisa memahami aturan dan kaidah yang benar. Kita harus bertanggung jawab menyampaikan berita yang faktual, sekaligus selektif dalam mengangkat hal-hal positif,” tambahnya
Selain pemberian materi, Acara berlangsung secara interaktif, terlihat acara semakin serius dengan adanya tanya jawab antara peserta dengan narasumber.
(Gun)






