![]() |
| Gambar Ilustrasi |
Ngawi, beritagress.com-Kabar baik datang dari Ngawi. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah ini turun signifikan sepanjang tahun 2025.
Sesuai data, hingga 19 Agustus tahun 2025 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi mencatat ada 196 pasien positif DBD tanpa kasus kematian.
Catatan ini jauh lebih rendah dibanding dua tahun terakhir. Pada tahun 2023, ada 406 kasus dengan empat korban jiwa, setelah setahun kemudian jumlahnya melonjak menjadi 691 pasien, juga dengan empat kematian.
Pengelola Program Penyakit Menular Vektor Dinkes Ngawi, Anang Ristanto menilai angka penurunan kasus ini menjadi kabar menggembirakan. Namun, ia tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lengah.
"Sesuai data akhir Agustus ini, Alhamdulillah ada penurunan yang signifikan terkait kasus DBD di wilayah Kabupaten Ngawi, meski demikian, adanya hujan yang masih turun di musim kemarau berpotensi menimbulkan genangan air, tempat berkembangbiak nyamuk Aedes aegypti yang harus masyarakat ketahui dan cermati untuk penanggulangan mengidentifikasi penyakit DBD,"ucapnya. Selasa (19/8/2025)
Menurutnya, adanya DBD dibutuhkan semua sektor ikut berpartisipasi dalam pencegahan, tak hanya kedinasan ataupun pihak kesehatan saja, namun dibutuhkan kolaborasi kerjasama dengan masyarakat juga
“bukan sekadar sosialisasi dari Dinas terkait ataupun dari pihak kesehatan saja, ini tanggung jawab kita semua, baik masyarakat yang seharusnya rumah selalu bersih, penampungan air selalu dikuras, menutup, dan mengubur barang yang bisa menampung air tentunya,"tambahnya
(Red)





