Magetan, beritagress.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi melalui Tim Kerja Kesehatan Ibu, Anak, dan Remaja (KIA & Remaja) beberapa waktu lalu telah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang ditujukan kepada kurang lebih 98 ribu siswa, baik dari jenjang SD/MI hingga SMA/SMK sederajat, termasuk santri pondok pesantren.
Hal ini senada dikatakan Koordinator KIA dan Remaja Dinkes Ngawi, Ririh Dwi Suwaji, dalam siaran Tolkshownya di Radio Suara Ngawi pada beberapa Minggu yang lalu.
Dalam Tolkshow tersebut diungkapkan Ririh akan dilaksanakan secara bergilir oleh 24 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
Pemeriksaan meliputi antropometri, kesehatan gigi, penglihatan, status gizi dan hemoglobin, serta verifikasi riwayat imunisasi HPV bagi siswi kelas 9.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan anak-anak Ngawi tumbuh sehat, bebas stunting, dan sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” tegas Ririh.
Selain itu, Ririh juga menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan di sekolah masing-masing, dengan jadwal kunjungan diinformasikan oleh puskesmas. “Hasilnya akan disampaikan kepada orang tua melalui aplikasi Sehat Ngawi dan buku rapor kesehatan siswa,” lanjutnya.
Menurut Ririh kepala sekolah dan komite sekolah menyambut baik inisiatif ini karena dinilai memperkuat sinergi orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dalam memantau tumbuh kembang anak.
“Program ini mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting serta penguatan Health Promoting School, dengan harapan mampu mencegah masalah kesehatan yang dapat mengganggu prestasi belajar siswa,” terangnya.
Menurut pantauan, Humas SMKN Kasreman 1 Imam Affandi “Acara screening kesehatan yang di ikuti siswa kelas X dan XI, dua hari dilaksanakan. Acara tersebut kerjasama Puskesmas Kasreman dengan pihak SMKN 1 Kasreman.
Menurutnya, adanya CKG tersebut para siswa mendapatkan cek kesehatan mulai dari cek tensi, tinggi dan berat badan, cek gigi, mata, telinga, juga menyasar pada tenaga pengajar seperti halnya cek gula serta kolesterol,” ucapnya
(Red)






