![]() |
| Eko Mulyadi, S.Ip, Kepala Desa Karang Patihan Balong Ponorogo |
Ponorogo,beritagress.com,- Dengan mengenakan baju khas Warok yang merupakan ciri khas wong Ponorogo, Eko Mulyadi S,Ip kepala desa karang Patihan kecamatan Balong bersama punggowo pemerintahan desa beserta tokoh masyarakat,BPD, pemuka agama serta pemuka adat dan karang taruna menggelar aksi sakral berupa ziarah makam leluhur desa dengan mengusung tema Ngluhurake Leluhur “Mendhem Ati, Nyambung Roso”
Prosesi tersebut salah satu bentuk menghormati sekaligus mengenang sosok pepunden desa yang merupakan pendiri cikal bakal desa Karang Patihan.
Empat belas makam leluhur atau pepunden desa diziarahi sekaligus memanjatkan doa keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar desa Karang Patihan senantiasa aman damai sejahtera dijauhkan dari sengkolo. Jumat (4/7)
![]() |
| Ziarah Makam Para Luluhur Desa Karang Patihan Balong Ponorogo |
Eko Mulyadi kepala desa menjelaskan Ritual sakral Ngluhurake Leluhur “Mendhem Ati, Nyambung Roso” adalah salah satu pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat perlu adanya rasa keikhlasan dalam menyimpan rasa dan niat baik untuk terus menjalin koneksi batin antar warga dengan leluhur.
Prosesi ziarah makam ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada para leluhur dan para pendiri desa Karangpatihan saja, akan tetapi juga cara kami menyatukan hati dan mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat desa Karangpatihan.
"Dengan ‘mendhem ati’, kita belajar untuk sabar dan tulus, dan dengan ‘nyambung roso’, kita memperkuat ikatan spiritual religi serta emosional dalam kehidupan bermasyarakat,”paparnya
Ketua APDESI Ponorogo tersebut menambahkan kegiatan ini termasuk rangkaian dari bersih desa, ada 14 titik makam leluhur dan para pendiri desa Karangpatihan.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga. Banyak yang mengaku merasa lebih tenang, dekat dengan akar budaya, religi dan termotivasi untuk menjaga nilai-nilai luhur pendahulu kita.
" Alhamdulillah acara ini mendapat respon positif dari warga dan prosesi ziarah makam leluhur di Desa Karangpatihan ini akan kita agendakan rutin setiap tahun di setiap bulan suro yang mempunyai sarat makna, dan tahun pertama ini semakin spesial karena dikemas dengan pendekatan budaya lokal yang kental dan menyentuh, untuk menuju desa Karangpatihan Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur." Pungkasnya (Yogie)






