![]() |
| Helmy Yusuf Efendi |
Ende –NTT,beritagress.com,- Pemerhati Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih, Helmy Yusuf Evendi, menyampaikan harapan besar terhadap eksistensi dan arah pengembangan KOPDES Merah Putih yang telah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Ende.
Dalam keterangannya, Helmy menegaskan bahwa sebagian besar KOPDES saat ini tengah dalam proses legalisasi dan pengurusan badan hukum. Ia berharap, ketika koperasi-koperasi ini mulai beroperasi secara resmi, fokusnya tidak hanya terpaku pada unit usaha simpan pinjam atau pengadaan barang dan jasa semata.
“KOPDES Merah Putih harus mulai melihat ke dalam, ke potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal. Kita punya hasil bumi yang luar biasa seperti kakao, kemiri, cengkeh dan komoditi unggulan lainnya. Koperasi harus bisa menjadi bagian penting dalam rantai distribusi komoditas tersebut,” jelas Helmy.
Ia mencontohkan, KOPDES di tingkat desa seharusnya dapat berperan sebagai pengepul utama hasil bumi dari petani di wilayahnya. Dengan demikian, mata rantai distribusi yang selama ini panjang dan tidak efisien bisa dipangkas, serta mencegah praktik permainan harga oleh pihak-pihak tertentu.
"Jika KOPDES bisa membeli langsung dari petani dengan harga yang layak dan wajar, maka mereka tidak hanya menyelamatkan harga pasar, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Helmy juga berharap ke depan KOPDES mampu memproses hasil bumi menjadi barang setengah jadi, atau jika belum memungkinkan, minimal mampu mengumpulkan dan mengirim langsung ke perusahaan besar. Langkah ini, menurutnya, akan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa karena nilai tambah produk tidak lagi hilang di tangan tengkulak atau perantara yang merugikan petani.
“Koperasi bukan hanya tempat pinjam uang atau beli ATK, tapi harus jadi lokomotif ekonomi desa. Semua ini pada akhirnya demi satu tujuan besar: kesejahteraan masyarakat Ende, khususnya petani,” tutup Helmy (tim/red)





