![]() |
| Penampilan Peserta Lesung Ledhug 2025 |
Magetan, beritagresss.com-Festival musik Lesung dan Bedhug (Ledhug) yang diselenggarakan oleh Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan kali ini diikuti oleh 12 peserta dari tingkat pelajar SMA/SMK sederajat, yang dipusatkan di Alun-alun Magetan, Minggu (6/7/2025)
Festival Ledhug di tahun 2025 ini menjadi bagian dari acara Jaya Jayaning Nuswantoro yang ke-5, hal ini juga menjadi bagian untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional, khususnya musik ledhug.
Festival ini biasanya menampilkan tarian yang dikolaborasikan dengan iringan musik yang dihasilkan dari lesung dan bedhug serta gamelan yang lainya.
Kepala Disbudpar Magetan, Joko Trihono menuturkan, tujuan dari Festival Ledhug adalah untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional, khususnya musik ledhug, sebagai warisan budaya luhur yang perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda.
"Ini merupakan serangkaian dari acara Jaya Jayaning Nuswantoro yang ke-5, kita telah buka acaranya pada kemarin yang diawali dengan tosan aji, bursa tosan aji, workshop tosan aji, untuk hari ke 2 ada festival pertunjukan lesung bedhug yang diikuti oleh 12 peserta dari pelajar tingkat SMA/ SMK sederajat yang ada di Kabupaten Magetan,"ucapnya
![]() |
| Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Joko Trihono. |
Lebih lanjut, Ini merupakan kali pertama setelah vakum akibat pandemi covid-19, harapan kita untuk tahun depan target kita festival seperti ini harus bisa laksanakan, agar apa yang menjadi karakter budaya lokal kita bisa terangkat dan support terhadap pendaftaran kita ke hak kekayaan komunal dan personal.
"Untuk kriteria sendiri dinilai oleh juri yang membidangi masing-masing, akan tetapi kami minta untuk di open kreatif, jadi tidak terpaku kepada musik lesung dan bedhugnya, akan tetapi bisa di kolaborasikan dengan berbagai musik dan gerakan."tutupnya
(Gun)
"Untuk kriteria sendiri dinilai oleh juri yang membidangi masing-masing, akan tetapi kami minta untuk di open kreatif, jadi tidak terpaku kepada musik lesung dan bedhugnya, akan tetapi bisa di kolaborasikan dengan berbagai musik dan gerakan."tutupnya
(Gun)






