Magetan, beritagress.com-Giat Bersih Desa atau sedekah bumi di Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan merupakan tradisi turun temurun dari para leluhur yang wajib dilaksanakan oleh Pemangku Wilayah dan masyarakat setiap tahunya.
Terbukti, setiap satu tahun sekali memasuki Bulan Muharram atau penanggalan Jawa di sebut bulan Suro, Pemerintah Kelurahan Tinap selain melaksanakan tasyukuran juga menyuguhkan Tari Tayub di Punden Babatan sebagai wujud pelestarian budaya.
Senada dikatakan Kepala Kelurahan Tinap, Eko Hari, Bahwa Pemerintah Kelurahan bersama warga setiap tahun wajib melaksanakan sedekah bumi di beberapa makam petilasan ataupun punden, salah satunya di Punden Babatan.
"Dimulai hari kamis kemarin pasa tanggal 26 Juni, kita telah melaksanakan Khataman Al Quran, dan Jumat pagi tadi dilaksanakan ziarah makam leluhur di pesarean Kyai Ageng Tinap dilanjutkan dengan foa bersama dan selamatan, dan selanjutnya siang ini kita juga melaksanakan kegiatan di lingkungan Punden Babatan dengan serangkaian kegiatan doa bersama dan langen beksan (tari tayub),"ucapnya. Jumat (27/6/2025)
Menurutnya, tujuan diadakan kegiatan ini sebagai pelestari budaya dan sudah menjadi tradisi tahunan yang turun temurun.
"Kami berusaha melestarikan adat budaya tersebut, selain itu, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat kelurahan Tinap kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendoakan para leluhur yang telah menjadi tokoh yang babat tanah Tinap sini,"pungkasnya
Lebih lanjut, dengan adanya tradisi tahunan di bulan Muharram atau bulan suro ini, warga dan masyarakat kelurahan Tinap senantiasa dijauhkan dari musibah.
"Semoga adat budaya seperti ini terus dipelihara sampai anak dan cucu kita, kedepanya agar tidak meninggalkan adat dan budaya, harapan kami, semoga dengan bersih desa ini kita semua bisa menjalin silaturahmi yang baik, dari Pemerintahan maupun warga kelurahan Tinap sendiri. Pada kesempatan yang baik ini kami atas nama pemerintah kelurahan tinap beserta lembaga mengucapkan selamat Tahun Baru Isam 1447 Hijriah."tutupnya
(Gun)
"Kami berusaha melestarikan adat budaya tersebut, selain itu, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat kelurahan Tinap kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendoakan para leluhur yang telah menjadi tokoh yang babat tanah Tinap sini,"pungkasnya
Lebih lanjut, dengan adanya tradisi tahunan di bulan Muharram atau bulan suro ini, warga dan masyarakat kelurahan Tinap senantiasa dijauhkan dari musibah.
"Semoga adat budaya seperti ini terus dipelihara sampai anak dan cucu kita, kedepanya agar tidak meninggalkan adat dan budaya, harapan kami, semoga dengan bersih desa ini kita semua bisa menjalin silaturahmi yang baik, dari Pemerintahan maupun warga kelurahan Tinap sendiri. Pada kesempatan yang baik ini kami atas nama pemerintah kelurahan tinap beserta lembaga mengucapkan selamat Tahun Baru Isam 1447 Hijriah."tutupnya
(Gun)






