![]() |
| Warga dan Tokoh Masyarakat Kompak membangun rabat jalan yang ada di lingkungan Dukuh Sedran, RT2 /RW 2 Desa Wates |
Magetan, beritagress.com-Saat banyak pihak masih menunggu aksi nyata dari pemerintah, Tokoh Masyarakat di Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, mengambil langkah konkret.
Dengan dana pribadi, ia memprakarsai perbaikan jalan desanya yang telah lama rusak parah. Jalan sepanjang dua kilometer yang menghubungkan dua RT yaitu RT 2 dan RT. 4 RW.2 Dukuh Sedran, Jalan Lorokan di desa Wates tersebut sebelumnya menjadi momok bagi warga.
Lubang besar dan genangan air saat hujan membuat akses sulit dilalui, menghambat mobilitas sehari-hari. Namun, alih-alih bergantung pada pemerintah, memutuskan untuk bertindak.
“Sebagai bagian dari masyarakat, saya merasa bertanggung jawab untuk ikut berkontribusi, jalan ini adalah urat nadi aktivitas warga, jika dibiarkan kondisinya akan semakin parah, maka, kami memutuskan menggunakan dana pribadi demi kenyamanan bersama,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. Minggu (15/06/2025).
Dengan estimasi biaya swadaya masyarakat, proyek pengecoran ini melibatkan masyarakat sekitar melalui gotong royong. Pengerjaan dilakukan bersama-sama, langkah ini tidak hanya menghasilkan jalan yang lebih baik, akan tetapi juga menguatkan rasa kebersamaan antar warga.
Sebagai seorang Tokoh Masyarakat memahami pentingnya infrastruktur dalam mendukung aktivitas ekonomi. Ia percaya, perbaikan jalan ini tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Jalan yang layak adalah pondasi utama bagi perkembangan sebuah desa. Infrastruktur yang baik akan mendorong kemajuan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga,” tambahnya.
![]() |
| Rabat Jalan di lingkungan Dusun Sedran, RT 4/RW 2, Desa Wates |
Meskipun telah menyelesaikan tahap awal pengecoran, warga berharap pemerintah setempat dapat segera melanjutkan pengaspalan untuk meningkatkan daya tahan jalan.
Menurutnya, perbaikan ini adalah langkah awal yang membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat memberikan dampak untuk jangka panjang.
“Saya memulai langkah ini agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya segera, disisi lain kami berharap pemerintah ikut mengambil bagian untuk memastikan jalan agar dapat bertahan lama dan memberikan kenyamanan yang maksimal,” ujarnya.
Aksi warga dan Tokoh Masyarakat ini tidak hanya menjadi solusi nyata bagi desanya, tetapi juga memberikan inspirasi tentang bagaimana inisiatif individu yang dapat membawa perubahan besar.
Kepemimpinan dan tanggung jawab sosial seperti ini diharapkan mampu mendorong pihak lain, termasuk pemerintah untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Narasi yang dibangun adalah masyarakatnya sadar untuk membangun lingkungannya dengan biaya swadaya masyarakat, harapannya dengan kesadaran masyarakat, pemerintah desa juga sadar untuk membantu menjadi lebih baik dan menginspirasi masyarakat desa-desa yang lainnya.
"Bertahun tahun dari desa itu tidak ada pergerakan, padahal disitu ada dana alokasi pembangunan, kenapa di masyarakat itu sudah mengajukan bertahun tahun bahkan ada yang puluhan tahun tidak ada pergerakan pembangunan sama sekali, akhirnya masyarakat sini mau gak mau harus bisa membangun jalannya sendiri dengan dana seadanya , diharapkan pemerintah desa dengan adanya ini harusnya bisa tergugah, ada komentar bahwa desa ini tidak ada pembangunan sampai tahun 2027." Sahut salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya juga.
"Saya bersyukur dengan adanya rekan media ini bisa menjadi penyambung lidah dan penyambung aspirasi dari masyarakat yang jelas sekarang ini saya salut dengan masyarakat yang antusias bergerak untuk membangun dilingkungannya masing-masing , walaupun dari pihak pemerintah Desa saya sudah koordinasi dengan Pemerintah desa mengatakan tahun 2024, 2025, 2026, 2027 tidak ada pembangunan secara fisik untuk apa dananya,"bebernya
"Kami pun juga kurang tahu yang jelas dengan adanya masukan dari pemerintah desa karena tidak ada pembangunan itu, masyarakat bergerak sendiri dengan kesadaran sendiri membangun lingkungannya sendiri. Dengan ini saya sangat apresiasi sekali kepada masyarakat karena saya sendiri jadi bagian dari masyarakat , semoga ini menginspirasi dari pihak pemerintah desa dan desa-desa yang lain. Tetap semangat untuk membangun desanya sendiri,"akhirnya
Supari
Menurutnya, perbaikan ini adalah langkah awal yang membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat memberikan dampak untuk jangka panjang.
“Saya memulai langkah ini agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya segera, disisi lain kami berharap pemerintah ikut mengambil bagian untuk memastikan jalan agar dapat bertahan lama dan memberikan kenyamanan yang maksimal,” ujarnya.
Aksi warga dan Tokoh Masyarakat ini tidak hanya menjadi solusi nyata bagi desanya, tetapi juga memberikan inspirasi tentang bagaimana inisiatif individu yang dapat membawa perubahan besar.
Kepemimpinan dan tanggung jawab sosial seperti ini diharapkan mampu mendorong pihak lain, termasuk pemerintah untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Narasi yang dibangun adalah masyarakatnya sadar untuk membangun lingkungannya dengan biaya swadaya masyarakat, harapannya dengan kesadaran masyarakat, pemerintah desa juga sadar untuk membantu menjadi lebih baik dan menginspirasi masyarakat desa-desa yang lainnya.
"Bertahun tahun dari desa itu tidak ada pergerakan, padahal disitu ada dana alokasi pembangunan, kenapa di masyarakat itu sudah mengajukan bertahun tahun bahkan ada yang puluhan tahun tidak ada pergerakan pembangunan sama sekali, akhirnya masyarakat sini mau gak mau harus bisa membangun jalannya sendiri dengan dana seadanya , diharapkan pemerintah desa dengan adanya ini harusnya bisa tergugah, ada komentar bahwa desa ini tidak ada pembangunan sampai tahun 2027." Sahut salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya juga.
"Saya bersyukur dengan adanya rekan media ini bisa menjadi penyambung lidah dan penyambung aspirasi dari masyarakat yang jelas sekarang ini saya salut dengan masyarakat yang antusias bergerak untuk membangun dilingkungannya masing-masing , walaupun dari pihak pemerintah Desa saya sudah koordinasi dengan Pemerintah desa mengatakan tahun 2024, 2025, 2026, 2027 tidak ada pembangunan secara fisik untuk apa dananya,"bebernya
"Kami pun juga kurang tahu yang jelas dengan adanya masukan dari pemerintah desa karena tidak ada pembangunan itu, masyarakat bergerak sendiri dengan kesadaran sendiri membangun lingkungannya sendiri. Dengan ini saya sangat apresiasi sekali kepada masyarakat karena saya sendiri jadi bagian dari masyarakat , semoga ini menginspirasi dari pihak pemerintah desa dan desa-desa yang lain. Tetap semangat untuk membangun desanya sendiri,"akhirnya
Supari






