![]() |
| Puluhan Warga Datangi BRI Mlarak |
Ponorogo,beritagress.com,- Belum selesai urusan kredit Fiktif yang menyeret eks mantri BRI unit Pasar Pon Ponorogo ke hukum, Kini puluhan warga Ponorogo berbagai elemen mendatangi kantor BRI unit Mlarak guna menanyakan soal sengketa pinjaman/ kredit atas nama Saikun yang di duga korban kelalaian bank milik negara tersebut, Kamis (5/6/2025),
Mereka menggelar aksi damai di depan Kantor BRI Unit Mlarak dengan membawa spanduk menuntut keadilan bagi Saikun,
Aksi Solidaritas Untuk Keadilan Saikun, Korban Kelalaian BRI unit Mlarak tersebut, massa menggelar orasi secara terbuka berlangsung tertib dan damai, dikawal personil gabungan dari Koramil dan Polsek Mlarak Polres Ponorogo.
Hendro Cahyono koordinator aksi mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Saikun, yang menjadi korban dalam kasus dugaan penyalahgunaan agunan tanpa izin oleh oknum BRI.
Kami datang bukan untuk gaduh. Kami hadir untuk menuntut tanggung jawab dan keadilan saudara Saikun.
"Saikun itu tidak pernah mengajukan kredit, tapi tiba-tiba ditagih utang karena sertifikat tanah miliknya dijadikan jaminan tanpa persetujuan," kata Hendro ketika diwawancarai wartawan.
Hendro menjelaskan,kasus ini bermula ketika sertifikat rumah milik Saikun digunakan sebagai jaminan oleh seseorang untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp50 juta di BRI Unit Mlarak. Tanpa sepengetahuan dan persetujuan Saikun, sertifikat itu dijadikan agunan dan kini memicu tagihan utang yang tidak pernah ia lakukan.
"Untuk itu kami memohon kepada BRI unit Mlarak untuk mengembalikan sertifikat tanah milik Saikun serta minta maap resmi kepada Saikun "tegas Hendro.
Selain itu ,tambah Hendro, BRI harus memberikan ganti rugi atas kerugian psikologis dan materiil yang dialami Saikun.
Disaat yang sama,Perwakilan dari BRI unit Mlarak menemui para pendemo dan selanjutnya pihak manajemen BRI berjanji akan menyampaikan seluruh tuntutan massa kepada pimpinan mereka.
Usai ditemui pihak management BRI, Hendro menyampaikan ke media bahwa pihak BRI berjanji dalam seminggu ini akan memberikam keterangan resminya.
"Kita tunggu saja dan kita akan mengawal janji itu," pungkas Hendro. (Yogie)






