Magetan, beritagress.com-BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Magetan berikan pelatihan water rescue untuk meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana, khususnya yang berkaitan dengan perairan.
Pelatihan ini bakal dilakukan selama 2 hari, pertama di lokasi Umbul Dampit, Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, serta sesi ke 2 di Embung Pendem Desa Pendem, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Adanya pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada masyarakat, relawan, dan petugas terkait dalam melakukan penyelamatan di perairan.
Senada dikatakan Plt. Kepala BPBD Magetan, Suwito, bahwa datangnya bencana yang tidak dapat di prediksi sehingga sangat membutuhkan kesiapan dan kesiapsiagaan BPBD dan relawan untuk menanggulangi hal tersebut.
"Vertical rescue juga kami butuhkan. Untuk itu sangat dibutuhkan skil dan teknik, tidak hanya dibutuhkan kesiapan dan kesigapan tapi juga mental yang telah diikuti sekitar 27 Potensi Relawan dan Tim BPBD Kabupaten Magetan. Pelatihan ini tentunya sejalan dengan apa yang telah diminta pada saat kami mengadakan rapat koordinasi dengan potensi relawan, dan pelatihan yang dilaksanakan dua hari ini tentunya tidak hanya materi saja yang diberikan melainkan praktik lapangan juga harus diterapkan,"ucap Suwito ketika dimintai Keterangan usai memberikan paparan di Umbul Dampit. Selasa (20/5/2025)
Suwito menuturkan untuk praktiknya sendiri nanti akan dilakukan simulasi seandainya terjadi bencana di air itu mulai dari persiapan, pelaksanaan pencarian, dan paskanya itu disimulasikan dengan teliti agar Potensi Relawan dapat lebih memahami dengan adanya praktik langsung.
"Intinya pelatihan selama dua hari ini nanti tidak hanya materi saja yang diberikan, melainkan praktik lapangan langsung khususnya water rescue. Praktiknya nanti juga akan disimulasikan seandainya terhajadi bencana di air itu mulai dari persiapan hingga paskanya nanti akan disimulasikan agar teman-teman ini dapat memahami." Pungkasnya
Lebih lanjut, kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Magetan agar selalu berhati-hati karena cuaca saat ini diperkirakan tidak bersahabat. Mudah-murahan masyarakat di Kabupaten Magetan dalam keadaan aman dan terkendali.
"Dengan pelatihan ini saya meminta kepada peserta maupun pemateri agar diberikan teori dan praktik secara langsung, jadi tidak hanya teori saja namun langsung dengan praktik lapangan," tegas Suwito.
Melalui surat yang diterima dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Suwito menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Magetan agar mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim dari tanggal 18 Mei sampai dengan 27 Mei 2025.
"Perlu kami sampaikan bahwa kami selalu menghimbau kepada masyarakat apalagi akhir-akhir ini cuaca ekstrim, dan kami sudah mendapatkan surat dari BPBD Provinsi Jawa Timur terkait himbauan antisipasi cuaca ekstrim dari tanggal 18 Mei sampai 27 Mei 2025 Jawa Timur diminta untuk waspada akan cuaca ekstrim. Apalagi sekarang ada istilah kemarau basah, di daerah atas daerah pegunungan tentunya harus mengantisipasi terjadinya longsor, dibawahnya antisipasi banjir bandang, dibawahnya lagi antisipasi banjir, intinya kita selalu mengantisipasi terjadinya bencana di cuaca ekstrim saat ini," tutupnya
(Gun)
Melalui surat yang diterima dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Suwito menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Magetan agar mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim dari tanggal 18 Mei sampai dengan 27 Mei 2025.
"Perlu kami sampaikan bahwa kami selalu menghimbau kepada masyarakat apalagi akhir-akhir ini cuaca ekstrim, dan kami sudah mendapatkan surat dari BPBD Provinsi Jawa Timur terkait himbauan antisipasi cuaca ekstrim dari tanggal 18 Mei sampai 27 Mei 2025 Jawa Timur diminta untuk waspada akan cuaca ekstrim. Apalagi sekarang ada istilah kemarau basah, di daerah atas daerah pegunungan tentunya harus mengantisipasi terjadinya longsor, dibawahnya antisipasi banjir bandang, dibawahnya lagi antisipasi banjir, intinya kita selalu mengantisipasi terjadinya bencana di cuaca ekstrim saat ini," tutupnya
(Gun)






