Magetan, beritagress.com-Pemerintah Desa Ngunut, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan telah menerima Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2024.
Berkaitan dengan hal ini, Kepala Desa Ngunut, Sauji membenarkan pengalokasian dana tersebut, saat ditemui di Kantor Desa setempat, Kepala Desa menuturkan bahwa Anggaran BKKD dari Provinsi Jawa Timur ini sudah dialokasikan untuk Pembangunan Jembatan Beton 2 Unit dan 1 Jalan Baru di Dukuh Bogan.
"Betul, Desa Ngunut sudah menerima BKKD Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 lalu, anggaran tersebut memang kami alokasikan untuk pembangunan jembatan penghubung antara Desa Ngunut dan Desa Ngaglik," ucap Sauji. elasa (20/05/2025)
Ia menambaahkan, sesuai kesepakatan bersama saat itu, pekerjaan berupa fisik peruntukan jembatan penghubung ke dua desa ini diperkirakan bisa selesai selama 3 bulan, akan tetapi, karena dana cair dibulan Oktober Tahun 2024 lalu, dan pelaksanaanya baru bisa dikerjakan di Bulan November 2024, akhirnya untuk tahun 2024 pekerjaan tidak bisa terselesaikan.
Sesuai petunjuk dari Provinsi saat itu akhirnya Pemdes Ngunut mengajukan untuk kegiatan tersebut diteruskan di tahun 2025 ini dan arahan dari provinsi Jawa Timur itu tidak dikenakan denda.
Dari pembangunan proyek jembatan penghubung ke dua desa ini, Sauji menekankan untuk material berupa pasir tidak mengambil dari kali seputaran lokasi, tetapi kalau batu mengambil disekitaran lokasi, itupun pihaknya telah membeli dari masyarakat mencarinya dan menjual kepadanya.
"Intinya kami dari teman-teman pengelola kegiatan itu memberikan kesempatan kepada masyarakat yang bekerja mengambil batu diseputaran lokasi pekerjaan dan menjualnya kepada kita,"tambahnya.
Lebih lanjut, Sauji menjelaskan untuk pembangunan yang ada di Desa Ngunut ini hanya sampai perbatasan antara Desa Ngunut dan Desa Ngaglik saja, dan untuk wilayah Desa Ngaglik itu sudah menjadi kewenangan desa sebelah.
"Untuk pekerjaan itu hanya sampai perbatasannya saja, namun informasi yang diterima saat itu untuk jalan Desa Ngaglik, sebetulnya kemarin sudah ada informasi akan dianggarkan untuk penyambungan jalan antar desa, akan tetapi karena kemungkinan anggarannya belum cukup akhirnya akan dianggarkan melalui Musrenbang Kecamatan ditahun 2025 ini," tuturnya.
Dengan adanya pembangunan jembatan yang bersumber dari BKKD Provinsi Jawa Timur ini, Sauji berharap fasilats ini dapat dinikmati masyarakat dari kedua desa, bahkan dari masyarakat yang lain.
"Kami selaku Pemerintah Desa Ngunut berharap dengan adanya jembatan penghubung antara Desa Ngunut dan Desa Ngaglik ini, sekiranya dapat dinikmati masyarakat dan dapat mempermudah akses mobilitas masyarakat sekitar," pungkasnya.
(Gun)
Lebih lanjut, Sauji menjelaskan untuk pembangunan yang ada di Desa Ngunut ini hanya sampai perbatasan antara Desa Ngunut dan Desa Ngaglik saja, dan untuk wilayah Desa Ngaglik itu sudah menjadi kewenangan desa sebelah.
"Untuk pekerjaan itu hanya sampai perbatasannya saja, namun informasi yang diterima saat itu untuk jalan Desa Ngaglik, sebetulnya kemarin sudah ada informasi akan dianggarkan untuk penyambungan jalan antar desa, akan tetapi karena kemungkinan anggarannya belum cukup akhirnya akan dianggarkan melalui Musrenbang Kecamatan ditahun 2025 ini," tuturnya.
Dengan adanya pembangunan jembatan yang bersumber dari BKKD Provinsi Jawa Timur ini, Sauji berharap fasilats ini dapat dinikmati masyarakat dari kedua desa, bahkan dari masyarakat yang lain.
"Kami selaku Pemerintah Desa Ngunut berharap dengan adanya jembatan penghubung antara Desa Ngunut dan Desa Ngaglik ini, sekiranya dapat dinikmati masyarakat dan dapat mempermudah akses mobilitas masyarakat sekitar," pungkasnya.
(Gun)






