Pacitan,beritagress.com,-Kabupaten Pacitan mencatatkan prestasi gemilang dalam penanganan stunting. Berdasarkan data resmi, angka prevalensi stunting di Pacitan mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam dua tahun terakhir. Dari 20,6% pada tahun 2022 dan sedikit naik menjadi 20,9% di tahun 2023, angka stunting di Pacitan anjlok drastis menjadi 11,8% pada tahun 2024.
Penurunan ini menempatkan Pacitan sebagai kabupaten dengan angka penurunan prevalensi stunting terbaik dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang telah terlibat dalam upaya penurunan stunting, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, hingga masyarakat umum.
"Capaian ini adalah hasil kerja kolektif dan sinergi berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bergerak bersama, hasil luar biasa bisa dicapai. Tapi perjuangan belum selesai, kita harus terus menjaga komitmen ini agar angka stunting bisa ditekan lebih rendah lagi,” ujar Bupati Indrata dalam keterangannya.
Program percepatan penurunan stunting di Pacitan sendiri mencakup penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan gizi balita, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat di tingkat lokal.
Pemerintah Kabupaten Pacitan berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan pencapaian ini sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Pacitan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(cakmet)





