Magetan, beritagress.com-Pemerintah Kecamatan Plaosan bekerjasama dengan Dinas Sosial Magetan telah memanfaatkan aset negara atau rumah dinas Camat dijadikan Rumah Terapi yang dinamakan Plaosan Mengesankan.
Hal ini sebagai wujud perluasan pelayanan untuk membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus, adanya Rumah Terapi ini juga telah ditandatangi kerjasama antara Dinas Sosial Kabupaten Magetan dengan Pihak Kecamatan Plaosan.
Senada dikatakan Camat Plaosan, Dian Maheru, bahwa Rumah Terapi ini adalah program perluasan dari Dinas Sosial Magetan, Dengan dibantu adanya tenaga terapisnya, sedangkan pihaknya hanya menyediakan tempat, sarana dan prasarananya.
"Rumah Terapi ini melayani anak-anak yang notabene adalah berkebutuhan khusus yang dilayani di wilayah barat, khusunya di Kecamatan Plaosan yang sudah ada sekitar 34 anak yang sudah maupun yang belum mendapatkan layanan terapi, dari total itu kita pisah dan 12 anak tersebut membutuhkan baik psikoterapi maupun okupasi," tutur Dian Maheru ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Senin (28/4/2025)
Lebih lanjut, rumah terapi ini sudah berjalan sekitar 4 bulan, dan sebelum adanya rumah terapi yang ada di Plaosan ini, sudah ada rumah terapi Putra Bangsa yang lokasinya di Ndoyo, mungkin dari Dinsos Magetan ini ingin menjangkau lebih luas lagi seperti yang ada di wilayah Plaosan.
"Sebelum adanya Rumah Terapi Plaosan Magesankan ini Kalau di Wilayah Barat khususnya di Plaosan mungkin jangkauan lebih jauh, dan biaya oprasionalnya juga lumayan kalau bolak balik ke Rumah Terapi Putra Bangsa yang ada di Ndoyo, oleh karena itu kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus secara gratis yang buka 1 Minggu sekali setiap hari Senin, bahkan kita juga sudah menawarkan untuk melakukan penjemputan pasien kerumah yang namanya program Antar Berobat Gratis (Antaboga), akan tetapi pihak keluarga mengantarnya sendiri kesini"tambahnya
"Seharusnya itu 2 hari dalam seminggu, dan kita sementara hanya dikasih slot hanya hari Senin saja karena kurangnya tenaga terapi. Dengan hadirnya Rumah Terapi Plaosan Mengesankan ini bisa terus berlanjut, bagi kami ini merupakan pemanfaatan aset Negara yang tidak terpakai, dan ini merupakan hak mereka yang berkebutuhan khusus untuk mendapatkan kesehatan yang dapat terpenuhi.”pungkasnya
Sementara itu, dengan adanya Rumah Terapi Plaosan Mengesankan ini sangat diapresiasi oleh Pihak Dinas Sosial Magetan, dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Kecamatan Plaosan.
"Alhamdulillah kerjasama dengan Kecamatan Plaosan sangat membantu Dinsos dalam melaksanakan pelayanan kepada keluarga penyandang disabilitas. Pelayanan penjangkauan sangat dibutuhkan, dalam hal ini layanan khususnya yang berada jauh dari pusat layanan,"ucapnya
Masih kata Parminto, Walaupun di Magetan sudah ada rumah terapi, namun Pemerlu layanan yang di wilayah ujung Magetan memiliki keterbatasan dan keberatan apabila harus bolak balik dengan frekuensi sepekan sekali saja untuk mendapatkan layanan tersebut.
"Rumah terapi layanan penjangkauan ini tentu sangat dirasakan oleh Pemerlu layanan yg sebelumnya tidak maksimal layanan yg didapatkan karena kendala teritorial. Rumah terapi semacam di Plaosan ini akan kami jadikan model sehingga dapat diduplikasi dan dikembangkan untuk wilayah serupa yang berada di ujung Magetan lainnya, yang tentunya membutuhkan koordinasi, sinkronisasi dan kolaborasi dari beberapa OPD, mengingat potensi di setiap kecamatan juga berbeda-beda,"tutupnya
(Gun)
Masih kata Parminto, Walaupun di Magetan sudah ada rumah terapi, namun Pemerlu layanan yang di wilayah ujung Magetan memiliki keterbatasan dan keberatan apabila harus bolak balik dengan frekuensi sepekan sekali saja untuk mendapatkan layanan tersebut.
"Rumah terapi layanan penjangkauan ini tentu sangat dirasakan oleh Pemerlu layanan yg sebelumnya tidak maksimal layanan yg didapatkan karena kendala teritorial. Rumah terapi semacam di Plaosan ini akan kami jadikan model sehingga dapat diduplikasi dan dikembangkan untuk wilayah serupa yang berada di ujung Magetan lainnya, yang tentunya membutuhkan koordinasi, sinkronisasi dan kolaborasi dari beberapa OPD, mengingat potensi di setiap kecamatan juga berbeda-beda,"tutupnya
(Gun)






