![]() |
| Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan "Joko Trihono". |
Magetan, beritagress.com-Memasuki libur Lebaran atau Idul Fitri 1446 H / 2025, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan telah mengambil berbagai langkah strategis demi menjamin kenyamanan dan keamanan para wisatawan.
Persiapan tersebut meliputi penerapan konsep Sapta Pesona, yakni menciptakan suasana aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, serta meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung yang sesuai dengan Surat Edaran (SE) dengan Nomer 500.13/145/403.102/2025 yang di tandantangani Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tertanggal 17 Maret 2025.
Senada dikatakan Kepala Disbudpar Magetan, Joko Trihono ketika dimintai keterangan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk koordinasi mengenai kegiatan Operasi Ketupat Semeru (pihak Polres Magetan).
“Persiapannya tentu kami akan memberikan himbauan kepada pelaku jasa usaha pariwisata, termasuk teman-teman di lokasi wisata, seperti tenaga kebersihan, tenaga keamanan atau stakeholder, dan tentunya Telaga Sarangan masih menjadi wisata unggulan di Kabupaten Magetan yang mana kita juga sudah koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),"ucap Joko Trihono. Jumat (21/3/2025)
Menurutnya, Penting adanya koordinasi dan antisipasi berkaitan dengan tempat wisata, yang tentunya menyangkut keamanan dan kenyamanan para pengunjung.
"Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD agar melakukan pembersihan ranting yang rawan patah akibat angin dan antisipasi tanah longsor di bagian sisi barat dan Utara di Telaga Sarangan, dan tentunya penerapan SAPTA PESONA (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan),"tambahnya.
Lebih lanjut, untuk menginjak H - Lebaran dan H + Lebaran, Pihaknya juga tetap melakukan berbagai persiapan untuk lonjakan pengunjung.
"Untuk H - Lebaran dan H + kita mengansumsikan bakal ada lonjakan pengunjung sekitar 20.000 pengunjung, oleh karena itu kami juga menghimbau selalu menyiapkan hal-hal bersifat pribadi sebelum berwisata. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, paling tidak kita bisa melakukan pengobatan secara dini,” pesan Joko.
"Dengan berbagai persiapan ini, Magetan diharapkan dapat memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sehingga mereka tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga ingin kembali lagi di masa mendatang dengan membawa kenangan."tutupnya
(Gun)





