Magetan, beritagress.com-Rutan Kelas IIB Magetan menggelar Apel Siaga Pengamanan jelang Lebaran Idul Fitri 1446 H / Tahun 2025, dilanjutkan dengan Razia Gabungan Bersama TNI-Polri, Kamis (27/3/2025)
Apel Siaga Pengamanan Lebaran Idul Fitri 1446 H, serta Razia di blok kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini bermaksud untuk meningkatkan kewaspadaan dalam upaya keamanan dan ketertiban selama menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri.
Senada dikatakan Karutan Kelas IIB Magetan, Ari Rahmanto, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemasyarakatan Bersih-Bersih dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 sekaligus sebagai langkah antisipasi keamanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Tujuannya yang pasti untuk mencegah keamanan dan ketertiban dari barang terlarang agar tidak memasuki Rutan Magetan. Kami seluruh pegawai berkomitmen dalam pemberantasan narkoba dan handphone," jelasnya.
Hasil razia menunjukkan bahwa tidak ditemukan narkoba maupun handphone di dalam rutan.
Namun, petugas masih menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, seperti gunting, kaca, korek api, dll.
Selain itu, ditemukan pula obat-obatan dari klinik yang seharusnya langsung dikonsumsi oleh WBP, tetapi justru dikumpulkan.
"Obat-obatan ini sebenarnya dari klinik dan langsung diminum oleh mereka. Tapi karena dikumpulkan, bisa saja disalahgunakan untuk tujuan lain," imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh barang temuan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara itu, hasil sidak internal sebelumnya berupa handphone juga turut dihancurkan menggunakan palu.
Namun, petugas masih menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, seperti gunting, kaca, korek api, dll.
Selain itu, ditemukan pula obat-obatan dari klinik yang seharusnya langsung dikonsumsi oleh WBP, tetapi justru dikumpulkan.
"Obat-obatan ini sebenarnya dari klinik dan langsung diminum oleh mereka. Tapi karena dikumpulkan, bisa saja disalahgunakan untuk tujuan lain," imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh barang temuan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara itu, hasil sidak internal sebelumnya berupa handphone juga turut dihancurkan menggunakan palu.






