Ponorogo,beritagress.com- Warga dusun Prayungan kelurahan Paju mendadak geger lantaran Boimin (60) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya, sudah terbujur kaku pada Minggu (01/11) pagi. Diperkirakan, korban sudah meninggal pada hari Sabtu (30/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB dan secepatnya ia lapor polisi.
Usai mendapatkan laporan adanya warga yang meninggal, Kapolsek Ponorogo Kota Iptu Muhammad Sahid Mustofa langsung menuju ke TKP. Melihat ada yang janggal atas meninggalnya Boimin, Pihaknya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Ponorogo.
Tim inafis dan petugas Satreskrim Polres Ponorogo pun langsung melakukan pemeriksaan dan olah TKP di tempat kejadian. Ternyata benar, meninggalnya Boimin karena dianiaya.
"Seperti yang kita lihat, dugaan awal memang menjurus penganiayaan karena di TKP juga ada bercak darah,diduga merupakan luka yang diakibatkan penganiayaan terhadap korban," kata Sahid
Sahid menambahkan bahwa dalam pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim inafis itu, ada luka dibagian kepala korban. Entah luka itu akibat benturan atau penganiayaan lainnya, Sahid menunggu hasil otopsi nantinya. Polisipun mengamankan baju yang dipakai korban sebagai barang bukti .
Dan dugaan kuat meninggalnya Boimin karena dianiaya anaknya sendiri yaitu Ridho Prasetyo.
Sang anak Ridho, yang merupakan terduga pelaku pun juga sudah diamankan. "Terduga pelaku penganiayaan sudah diamankan," katanya.
Usai oleh TKP, jenazah Boimin pun dibawa ke Ruang Jenazah di RSUD dr. Harjono Ponorogo. Rencananya, Satreskrim Polres Ponorogo akan mendatangkan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban. (Yogie)





