Magetan, beritagress.com-Penerapan kebijakan full day school yang dijalani institusi pendidikan di Republik Indonesia (RI) sudah berjalan hampir 3 bulan lamanya.
Tak sedikit pihak yang mengkritisi juga kebijakan ini karena berdampak pada berkurangnya waktu sosialisasi siswa. Namun ada pula pihak yang justru mendukung karena sederet manfaat yang ditimbulkan.
Mengenai pro dan kontra dari pembelajaran full day ini berdampak pada beberapa orang tua maupun wali murid, Yono salah satu orang tua yang masih keberatan dengan adanya full day.
"Kegiatan belajar mengajar ini, seharusnya dikaji ulang, jangan di gebyah Uyah, masak anak SD juga diterapkan, kasihan pada anak-anak, mulai belajar jam 7 pagi, nanti pulangnya sekitar jam 2 siang bahkan bisa lebih, nanti setibanya di rumah istirahat sebentar berangkat lagi TPA, pulang TPA anak harus belajar lagi dirumah untuk mengerjakan tugas dari gurunya, bagaimana tidak kasihan anak SD harus dikuras tenaga dan pikirannya,"ucapnya
Namun berbeda pandangan dengan salah satu orang tua juga dari tingkat SMP, Elvi bahkan setuju dengan kebijakan pemerintah dengan adanya full day tersebut.
"Ya setuju mas, sebab anak-anak lebih fokus dengan dunianya belajar, masa-masa yang dimulai dari tingkat SMP saya rasa memang perlu adanya pendekatan yang signifikan dengan guru-gurunya, nanti kalau tidak seperti itu, anak-anak kebanyakan gak ada tata kramanya sama guru bahkan ada juga kasus-kasus diluaran sana yang berani sama gurunya, mungkin ini memang perlu diteruskan.''tandasnya.
Lebih lanjut, Kata dia, hal inilah yang perlu dihindari. Artinya jika full day school Itu diwajibkan, maka sebaiknya ada aturan-aturan, salah satunya memberikan waktu kepada guru maupun murid untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kembali aktivitas tambahan di sekolah.
"Namun, karena ini kebijakan pemerintah, baik itu siswa orang tua maupun guru mau tidak mau harus mengikuti kebijakan tersebut."tambahnya
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar ( Dikdas) Dikpora Magetan Irawan menyampaikan pihak dinas akan adakan evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksaan Fullday School ( sekolah lima hari). Namun berdasarkan surat edaran tersebut diatas diamanatkan evaluasi akan dilakukan setelah 3 bulan pelaksanaan fullday Scholl.
"Berdasarkan surat edaran kami akan adakan evaluasi pelaksanaan fulday scholl setelah 3 bulan, ini baru berjalan satu bulan,” terang Irawan.
"Berdasarkan surat edaran kami akan adakan evaluasi pelaksanaan fulday scholl setelah 3 bulan, ini baru berjalan satu bulan,” terang Irawan.
(Gun)






