Magetan, beritagress.com-Perayaan semarak Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 79 tahun 2024 di Desa Sambirobyong, Magetan puncak acara dengan adanya jalan santai yang dikemas dalam "Guyub Rukun Mlaku Bareng".
Berbagai cara masyarakat dalam menyambut perayaan hari spesial kemerdekaan, salah satunya di Desa Sambirobyong yaitu dengan jalan santai bersama warga dan masyarakat, sebelumnya kegiatan perayaan kemerdekaan di Desa Sambirobyong juga telah dilakukan, seperti halnya lomba anak-anak, dewasa sampai orang tua
Kepala Desa setempat, Sukarna menyebutkan jalan sehat yang di kemas dengan Guyub Rukun Mlaku Bareng tersebut menjadi puncak acara peringatan HUT ke-79 RI warga Desa Sambirobyong.
"Jalan sehat yang dimulau sejak tadi pagi ini memberi banyak doorproze dengan hadiah utama mesin cuci dan kulkas, sebelumnya kami dari pemerintah desa juga telah melakukan kegiatan lomba, bahkan kemarin lomba yang seru dengan menangkap ikan di embung,"ucap Sukarna di sela-sela kegiatan, Minggu (18/8/2024)
Lebih lanjut Sukarna menuturkan, dengan momentum di Bulan Agustus, selain menyemarakan hari Kemerdekaan juga sebagai ajang berkumpul bersama warga dan masyarakat.
"Momentum seperti ini memang jarang kita lakukan, sebab dengan adanya semarak Kemerdekaan seperti ini, selain hari spesial untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia, juga sebagai ajang kita berkumpul dengan warga dan masyarakat Desa Sambirobyong tentunya."pungkasnya
"Kegembiraan ini tidak hanya mencerminkan kebanggaan terhadap tanah air, tetapi juga sebagai ungkapan syukur kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Namun, peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada hal-hal yang sifatnya seremonial. Mudah-mudahan hal seperti ini menjadi momentum merefleksikan kembali bagaimana kemerdekaan itu dipahami dan diterjemahkan dalam konteks masa kini."tutupnya.
(Gun)
"Kegembiraan ini tidak hanya mencerminkan kebanggaan terhadap tanah air, tetapi juga sebagai ungkapan syukur kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Namun, peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada hal-hal yang sifatnya seremonial. Mudah-mudahan hal seperti ini menjadi momentum merefleksikan kembali bagaimana kemerdekaan itu dipahami dan diterjemahkan dalam konteks masa kini."tutupnya.
(Gun)






