Wayang Kulit yang di dalangi Ki Alex Budi Sapto Utomo tersebut mengambil lakon Pendawa Nyawiji. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Wayang Kulit seperti ini memang rutin pelaksanaanya, selain nguri-nguri budaya dan melestarikan kebudayaan juga dikemas dalam menyambut Suroan.
Senada dikatakan Kepala Desa Durenan, Puryono bahwa dengan adanya wayang kulit yang dipusatkan di Makam Eyang Ronggo Galih selain menyuguhkan hiburan terhadap masyarakat, juga sebagai pelestarian budaya.
"Sebagai pelestarian budaya turun temurun dari leluhur, selain itu juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi terhadap masyarakat, baik dari pemerintahan maupun warga sendiri,"Ucap Puryono.
Lebih lanjut, di tahun ini penyelenggaraan wayang kulit dilakukan oleh Pemerintah Desa sendiri, meski sebelumnya sempat di support oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Magetan.
"Alhamdulillah, Tahun ini rangkaian penyelenggaraan ditangani oleh Pemerintah Desa Durenan, meski di tahun sebelumnya sempat Pemkab Magetan yang menangani pelaksanaan, meski begitu, kami berharap bisa melaksanakan rutinan wayang kulit di Tahun-tahun berikutnya.''tutupnya
(Gun)
"Alhamdulillah, Tahun ini rangkaian penyelenggaraan ditangani oleh Pemerintah Desa Durenan, meski di tahun sebelumnya sempat Pemkab Magetan yang menangani pelaksanaan, meski begitu, kami berharap bisa melaksanakan rutinan wayang kulit di Tahun-tahun berikutnya.''tutupnya
(Gun)




