Dibawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Magetan tari kolosal kali ini guna memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di tahun 2024.
Dikatakan oleh Hergunadi selaku Pj. Bupati Magetan, karena peringatan Hardiknas tahun 2024 maka jumlah peserta tari massal juga sebanyak 2.024 anak dari SD dan SMP se kabupaten Magetan.
"Karena ini Hardiknas tahun 2024 maka pesertanya ini juga berjumlah 2.024 siswa SD sampai SMP se kabupaten Magetan, yang mengikuti gebyar tari massal ini," ucap Hergunadi saat dimintai keterangan di lokasi. Sabtu (25/5/2024)
Dia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, dimana dalam penguatan kurikulum merdeka dalam P5 menjadikan anak-anak agar menjadi kompak dalam berkolaborasi, serta dapat menjiwai dan memahami budaya yang ada.
"Kita juga sangat mengapresiasi telah mendidik anak-anak sehingga bisa kompak melaksanakan kegiatan tari massal ini, dimana memang agak susah menentukan yang bisa berkolaborasi dengan baik. Yang utama adik-adik ini bisa menjiwai dan memahami budaya-budaya kita," tambahnya
Pun, ditempat yang sama, Kepala Dindikpora Magetan, Suwata menegaskan bahwa tarian ini dimaknai dari kurikulum merdeka yang mana di dalamnya ada P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Sehingga tarian yang ditampilkan mengandung unsur berbagai adat yang ada di Indonesia.
"Tarian ini itu dimaknai implementasi dari kurikulum merdeka dimana di dalamnya ada P5. Ini menggambarkan kita berbeda-beda suku, bukan hanya tarian saja, kostum yang dipakai anak-anak juga memaknai dari suku dan budaya dari 38 Provinsi yang ada di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke,"bebernya
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi tahapan kita bersama untuk menjadikan kegiatan rutinan di Magetan,"tutup Suwata.
(Gun)





