Magetan, beritagress.com-Integrasi Layanan Primer merupakan bagian integral dari transformasi kesehatan.
Istilah Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer atau lebih sering dikenal dengan Integrasi Layanan Primer atau ILP berfokus pada tiga hal, yaitu siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat kalurahan dan perdukuhan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui pemantauan dengan dashboard situasi kesehatan.
Kedua kalinya, setelah Desa Nitikan, Dinas Kesehatan Magetan melaunching Posyandu Center Excellent (CoE) yang menjadi posyandu percontohan. Yang berlangsung di Desa Jongrang, Kecamatan Barat, Magetan. Kamis (16/05/2024).
Menurut Sekretaris Dinas (Sekdin) Kesehatan Magetan, Hananta Prakosa, bahwa Posyandu CoE merupakan Posyandu yang telah dilakukan pembinaan khusus secara administrasi dan kegiatan pelayanan sesuai panduan dari Kementerian Kesehatan RI.
"Posyandu CoE tidak hanya untuk balita dan lansia saja, akan tetapi pelayanannya menyeluruh sesuai dengan amanah dari Kementerian Kesehatan agar posyandu melayani semua mulai dari ibu hamil sampai lansia,"ucap Hananta saat dimintai keterangan dilokasi.
Ditambakankan Hananta, bahwa Posyandu COE memiliki beberapa tujuan utama yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Seperti pencegahan dan pengendalian penyakit, pemberdayaan masyarakat, monitoring dan kesehatan masyarakat, selain itu juga memiliki fungsi seperti kesehatan dasar, pencegahan penyakit menular, pelayanan kesehatan reproduksi, penyuluhan kesehatan, pendataan dan monitoring,"pungkasnya.
Selain itu, ada banyak manfaat yang positif posyandu CoE ini, seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan cakupan imunisasi, peningkatan pengetahuan kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan masih banyak lainya," beber Hananta.
Lebih lanjut, bahwa CoE ini merupakan kesehatan dasar baik itu balita, dewasa, serta dewasa yang dijadikan satu untuk mengcover pelayanan-pelayanan di satu tempat. Dan kedepan posyandu-posyandu desa juga ikut menyesuaikan seperti ini.
"Untuk posyandu percontohan di tahun 2024 ini ada 22 pos, dimana masing-masing puskesmas ada 1 pos dan targetnya di tahun 2025 mendatang masing-masing posyandu sudah berjaring integrasi layanan primer (ILP)."tambahnya
Dengan adanya launching kali ini, Kepala Dinas Kesehatan Magetan berharap adanya integrasi juga layanan di puskesmas yang ada.
"Jadi pemeriksaan sekarang basisnya bukan lagi orang datang ditanya keluhannya apa tapi ditanya umurnya berapa, nantinya akan diarahkan sesuai dengan cluster-cluster berdasarkan usianya masing-masing, dan untuk waktu layanannya memang dengan sistem seperti ini akan lebih panjang, namun demikian kami berharap masyarakat bisa lebih memahami bahwa ini untuk kepentingan masyarakat," tutupnya.
(Gun)






