Madiun,beritagress.com, - Curah hujan yang melanda Kabupaten Madiun selama hampir 12 jam telah menyebabkan banjir melanda beberapa wilayah, termasuk Dukuh Plumpung, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo. Banjir yang datang tanpa aba-aba pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB mengejutkan warga setempat, termasuk Gio, salah satu yang terkena dampak langsung.Minggu (10/03/24)
Gio, seorang warga Dukuh Plumpung, menyatakan bahwa banjir merendam daerah mereka sejak dini hari tadi. "Banjir datang sekitar pukul 04.00 WIB dan sampai saat ini debit air masih terus naik," ujarnya.
Banjir tersebut telah mengakibatkan lumpuhnya total aktivitas warga di sekitar area terdampak. Persawahan dan jalan desa tertutup oleh air banjir, mengakibatkan sawah-sawah yang siap panen menjadi terendam. Di beberapa wilayah yang tergenang banjir saat ini, para petani harus menghadapi kerugian signifikan.
Salah satunya adalah Sukidi, seorang warga Desa Garon, yang menyatakan bahwa sawahnya telah siap panen dan hanya tinggal beberapa hari lagi untuk dipanen. Namun, banjir telah menyebabkan kerusakan pada hasil panen padi mereka. "Sawah saya siap panen mas, kalo dalam sehari tidak surut, maka panen akan rusak, padi hasil panen akan berubah warna, jadi kehitam – hitaman dan akan menurunkan harga jual," ungkap Sukidi.
Warga berharap agar banjir segera surut sehingga aktivitas kembali normal. Mereka juga mengharapkan bantuan dari pemerintah, terutama untuk pemulihan sawah yang terendam banjir. Keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani di daerah ini sangat bergantung pada upaya pemulihan yang cepat dan efektif dari pihak berwenang.(A.d)






