Magetan, beritagress.com- Pesta demokrasi telah usai, Pemungutan suara 14 Februari 2024 lalu diharapkan bisa berjalan jurdil namun dalam pelaksanaanya jauh dari ekspektasi. Aroma kecurangan masih saja lekat demi meraup kemenangan. Dampak kecurangan tersebut tentunya ada pihak yang dirugikan hingga memicu keberatan bagi banyak pihak, bahkan pada Calon Legislatif (Caleg) itu sendiri.
Dari informasi yang diterima beritagress, saat ini ada dugaan pergeseran hasil suara di 3 tempat, dan polanya sendiri masih sama. Bahkan hal ini diperkuat dari Hartono ,S.Kom salah satu Caleg Dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dapil 9, Provinsi Jawa Timur.
Hartono menyebut bahwa pihaknya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut.
“Yang kita ketahui pergeseran suara bermula di PPK di tiga tempat, dan itu bervariasi. Ada yang 50 suara, 100 suara, bahkan hingga diatas 100 suara, dan jika dikalkulasi sudah berapa banyak yang di geser itu,”ucap Hartono saat dimintai keterangan melalui jaringan seluler. Jumat (23/2/2024)
Ditambahkan Hartono, untuk hasil suaranya sendiri sebenarnya tidak berubah, akan tetapi ada perubahan pergesaran suara di caleg yang lain yang mengarah ke salah satu caleg itu sendiri.
“Sebenarnya dugaan pergeseran suara ini di internal Partai Gerindra sendiri, yang di geser ke salah satu nomor caleg tertentu. Dan selama 3 hari hingga saat ini kita sampling di 3 Kecamatan ataupun PPK hasilnya juga sama. Yang menjadi kendala kita, kita tidak punya salinan dari C1 nya,”beber Hartono.
Dengan kejadian tersebut, Dirinya akan melakukan langkah normatif, dan akan menerjunkan orang untuk ditempatkan dimasing-masing tempat rekapitulasi.
“Untuk memastikan sumber data yang sudah di input dari tim sebelumnya dengan realisasi di lapangan ada perubahan apa tidak, menurut kami, yang menjadi dasar permasalahan yaitu karena di Ponorogo ini sendiri dari salah satu calegnya juga orang Ponorogo, dan kita pun tidak punya akses untuk C hasilnya, mau tidak mau kita juga harus menunggu hasil di lapangan,”tambahnya
“Oleh karena itu, mau tidak mau kita juga ikut mendampingi proses hingga hasil rekapitulasi tersebut, kalau tidak seperti itu pasti ada oknum-oknum tertentu yang menyalahgunakan, dan saya berharap untuk semua pihak agar waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.”pungkasnya
Pun demikian, di kesempatan lain Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo, Munajat akan segera krosscek dilapangan terkait dugaan tersebut.
"Kita sebenarnya belum tahu pasti, itu kan proses masih di Kecamatan, hasilnya akan kita ketahui ketika proses di Kabupaten nantinya, diKabupaten itu nanti akan kita sondingkan semua dari Kecamatan, Saksi, Panwas dan lain sebagaimanya,"ucapnya
"Insya Allah proses di Kabupaten akan berlangsung tanggal 28 Februari besok, oleh sebab itu Kita menunggu informasi dulu, yang jelas akan kita jaga selama proses sesuai perundang-undangan yang berlaku, dan jika dugaan itu benar kita lihat saja nanti, itu akan ada ranah sendiri nantinya."tuturnya
(Gun)





