![]() |
| Hermanto Kepala Desa Mojorejo ( Tengah) Saat Acara Sedekah Bumi di Desanya |
Ponorogo,beritagress.com - Sebagai ungkapan doa sekaligus rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala kemurahan dan kesejahteraan, Kelompok Tani Murni desa Mojorejo Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo menggelar acara sedekah bumi atau selamatan sawah. Tradisi tersebut dilakukan tiap tahun dengan satu harapan agar hasil panen pertanian yang mereka garap melimpah.
Hermanto, Kepala Desa Mojorejo mengaku bangga dan senang bersama warga bisa menggelar tradisi seperti ini .
"Alhamdulillah Warga masyarakat masih memegang teguh adat tradisi peninggalan nenek moyangnya dan berharap kegiatan tersebut bisa terus berlanjut." harapnya
Hermanto menambahkan, Acara sakral seperti ini sudah menjadi tradisi desa kami. " Tidak hanya setahun sekali,Malah Setahun 2 kali yaitu disaat musim tanam dengan nama sedekah bumi dan ketika panen namanya metik padi."ujarnya.
Hal yang mengagumkan,bentuk kerukunan dan kekompakan warga desa, kegiatan sedekah bumi tersebut termasuk biaya dan ambeng beserta ingkung ditambah berbagai ubo rampe nya dari swadaya dan inisiatip warga sendiri.Dari kelompak tani murni sendiri. Bahkan saking antusiasnya warga, Guna memeriahkan acara tersebut juga ditampilkan kesenian khas gajah-gajahan sebagai sempurnanya acara.
Sementara itu Bambang Hermawan selaku ketua panitia mengaku salut kepada warga desa , Pada mulanya acara ini memang digelar namun dikemas biasa yang penting tidak meninggalkan adat Jawa warisan nenek moyang karena itu penting.Namun warga merespon positif dan berharap acara ini digelar bersama melibatkan warga seluruh desa.
"Ya, Alhamdulillah, acara sukses , antusias warga luar biasa, Semoga tradisi ini tetap terjaga dan lestari " jelasnya
Acara tersebut dihadiri Forkopimca Kecamatan Jetis mulai Camat Jetis, Kapolsek, Danramil dan Pemerintah desa setempat ditambah para anggota kelompok tani Murni desa setempat.
Mas Boby sekretaris Camat Jetis yang hadir dalam acara tersebut mengaku jika adat tradisi di desa Mojorejo telah berjalan bagus dan telah menjadi agenda rutin tahunan dan berharap hasil pertanian desa Mojorejo melimpah.
"Agar adat tradisi ini tidak hilang dan bisa terus berlanjut maka perlu dibentuk lembaga adat."ujar Mas Boby dan minta segera ditindaklanjuti oleh pemdes Mojorejo.
Hal itu sejalan dengan program pemdes Mojorejo yang saat ini lagi mengembangkan diri menjadi desa wisata. Kedepan, adat tradisi tersebut akan dikemas sedemikian rupa agar menjadi daya tarik wisata mewujudkan Mojorejo hebat.
( Yogie)






