Terkait Penyakit Leptospirosis ,Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Berpesan

 


Pacitan,beritagress.com,- Leptospirosis adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui darah atau urine hewan yang telah terinfeksi. Leptospirosis memiliki gejala yang menyerupai influenza, yaitu demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Leptospirosis adalah penyakit yang tergolong langka. Kendati demikian, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena berisiko menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti meningitis, kerusakan ginjal, hingga gagal hati.  

Dalam satu kesempatan santai awak media berdialog dengan dr. Daru Mustokoaji kepala Dinas Kesehatan Kabupten Pacitan dan membahas penyakit Leptospirosis. 

Apa itu Penyakit Leptospirosis?

"Leptospirosis adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya infeksi bakteri Leptospira interrogans. Leptospirosis adalah penyakit zoonosis. Artinya, penularan leptospirosis dapat terjadi dari hewan ke manusia. Sejumlah hewan yang kerap menularkan leptospirosis adalah tikus, anjing, serta hewan ternak.

Leptospirosis terbagi menjadi dua fase, yaitu:

Fase leptospiremia (septisemik): fase leptospiremia adalah fase pertama dari leptospirosis yang terjadi dalam jangka waktu 2–14 hari setelah tubuh terinfeksi. Pada fase ini, bakteri Leptospira dapat ditemukan pada darah sehingga dapat dideteksi melalui tes darah.

Fase imun: dalam fase imun, bakteri Leptospira telah masuk ke dalam organ tubuh tertentu, terutama ginjal yang memproduksi urine. Karena itu, pada fase ini, diagnosis leptospirosis dilakukan melalui tes urine.

Penyebab Leptospirosis

Penyebab utama leptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira interrogans. Umumnya, penyebaran leptospirosis terjadi dari hewan ke manusia karena bakteri Leptospira hidup dan berkembang di dalam ginjal hewan. Berikut adalah sejumlah cara penyebaran leptospirosis yang umum terjadi.

Kontak langsung dengan urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira.

Kontak langsung dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi oleh bakteri Leptospira.

Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri Leptospira."papar dr. Daru Mustikoaji 28/01/2024

 Di samping itu, faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami leptospirosis adalah sebagai berikut:

Memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan hewan, seperti peternak dan dokter hewan.

Pekerja tambang.

Bekerja di area sekitar saluran pembuangan atau selokan.

Tinggal di daerah yang rawan banjir.

Sering berkemah dan rekreasi air di alam bebas.

 Meski jarang terjadi, leptospirosis juga bisa menular antarmanusia melalui hubungan seksual dan ASI.

Gejala Leptospirosis

Gejala leptospirosis cenderung bervariasi menyesuaikan dengan tingkat keparahannya. Adapun sejumlah gejala awal dari leptospirosis adalah sebagai berikut:Demam tinggi,Sakitkepala,Diare.Mata merah,Nyeri otot, terutamapada otot betis,Mual dan muntah.Nyeri perut.

Sementara itu, leptospirosis yang tidak mendapatkan penanganan tepat berisiko menimbulkan peradangan pada organ tubuh. Kondisi ini dikenal dengan sindrom Weil. Berikut adalah gejala umum dari sindrom Weil ,Demam.Sesak napas,Penyakit kuning (jaundice).Batukberdarah,Nyeri dada.Penurunan volume urine yang keluar,Feses berwarna kehitaman.Hematuria (munculnya darah pada urine).

Diagnosis Leptospirosis

Beberapa tindakan medis yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis leptospirosis adalah sebagai berikut:

Tes darah untuk mendeteksi antibodi (IgM) leptospirosis di dalam darah apabila infeksi diperkirakan terjadi kurang dari 14 hari. Selain itu, tes darah juga dilakukan untuk memeriksa gangguan pada organ ginjal dan hati yang bisa terjadi karena infeksi leptospirosis.

Tes urine menggunakan metode rapid test atau enzyme-linked immunosorbent assay test (ELISA) untuk mendeteksi antibodi (IgM) terhadap leptospirosis di dalam urine.

CT Scan atau USG yang dilakukan dengan memindai organ dalam tubuh untuk memeriksa penyebaran infeksi leptospirosis.

Rontgen paru untuk memeriksa penyebaran bakteri di dalam paru-paru.

Penanganan Leptospirosis

Bila gejala yang muncul cenderung ringan, leptospirosis tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 7 hari. Namun, leptospirosis dengan gejala berat perlu mendapatkan penanganan tepat guna mencegah risiko komplikasi. Adapun beberapa tindakan medis yang dilakukan untuk menangani leptospirosis adalah pemberian Obat-obatan.

Pemberian obat antibiotik merupakan langkah utama yang dilakukan dokter untuk menangani infeksi leptospirosis. Selain itu, dokter juga akan meredakan gejala leptospirosis dengan memberikan obat anti-nyeri dan penurun demam, seperti ibuprofen atau paracetamol.

Rawat Inap di Rumah Sakit

Jika infeksi leptospirosis menimbulkan gejala yang cukup parah, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap di rumah sakit agar mendapatkan penanganan lebih lanjut, seperti:

Pemberian antibiotik melalui injeksi atau infus.

Infus cairan untuk mencegah dehidrasi.

Pemasangan ventilator apabila pasien leptospirosis mengalami gagal napas.

Transfusi darah apabila terjadi perdarahan berat di dalam tubuh.

Cuci darah apabila infeksi leptospirosis menyebabkan kerusakan ginjal.

Komplikasi Leptospirosis

Bila tidak mendapatkan penanganan tepat, leptospirosis berisiko menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih serius, seperti: Sepsis.Perdarahan saluran cerna.Perdarahan pada paru-paru.Meningitis.Gagal hati.Gagal ginjal.Radang mata.Gagal jantung.Keguguran pada ibu hamil.

'Bila Anda mengeluhkan gejala-gejala seperti ulasan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat."pungkas dr. Daru Mustikoaji.

(Rosidin

Sumber  : dr. Mustikoaji

Editor      : Redaksi

COMMENTS

UTAMA

Nama

.,4,. Industri,4,. Olahraga,1,.Gubernur Suryo,1,Aspirasi,2,Berita,69,Berita .,98,Berita krimina,2,Berita kriminal,78,Berita kriminal.,6,Berita Parlemen,28,Berita Pemilu,6,Berita Politik,24,Berita Politik.,33,Berita.,23,Birokras.,1,Birokrasi,29,Birokrasi.,6,Bisnis,9,Budaya,28,Budaya.,4,Calendar of Event,1,Demokrai,1,Demokrasi,9,Demokrasi.,17,DPR-RI,1,DPRD Jatim,1,Edukasi,25,Edukasi.,38,Edukasi. Peternak,2,Edukasi. Peternak.,4,Ekonomi,17,Ekonomi dan Bisnis,7,Ekonomi dan Bisnis.,18,Ekraf,1,Hari Pers Nasional,1,Hiburan,1,Hiburan.,7,Hukum,12,Hukum & Krimina,1,Hukum & Kriminal,61,Hukum & Kriminal.,13,Hukum dan Kriminal,7,Hukum dan Kriminal.,1,Hukum kriminal,2,Hukum.,1,Infrastruktur.,1,Inovasi,1,Inovasi.,5,Investasi,1,Kabar Desa,16,Kabar pemilu,3,Kebangsaan,1,Kebudayaan,1,Kebudayaan.,8,Kemendikdasmen,1,Kesehatan,32,Kesehatan.,26,Ketahanan pangan,1,Kreminal,2,Kriminal,39,Kriminal.,1,Kuliner,6,Layanan,3,Legislatif,3,Magetan,10,MBG,1,Musik,1,Olahraga,9,Olahraga.,7,Opini,1,Pariwara,7,Pariwisata,13,Parlemen,8,pemeliharaanjalan.,1,Pemerintahan,39,Pemerintahan.,28,Pemilu,2,Pendidikan,23,Pendidikan.,29,Perbankan,1,Perdagangan,2,Perijinan,1,Perisriwa,18,Peristiwa,372,Peristiwa Pemilu,6,Peristiwa Pemilu.,3,Peristiwa Politik,14,Peristiwa Politik.,6,Peristiwa Politik. Industri,1,Peristiwa.,16,Pertanian,6,Politik,28,Politik.,3,Produk,1,promosi,1,Publik,1,Riyono Caping,1,Rohani,1,Sambang Desa,29,Sambang Deso,1,Seni Budaya,8,Seni Budaya.,8,Seputar Keagamaan,12,Serba Serbi,8,Sosial,12,Sosial.,12,Sport,1,SPPG,1,Transportasi,1,UMKM,3,Wisata,11,Wisata Budaya,12,Wisata Budaya.,1,Wisata.,3,
ltr
item
beritagress.com: Terkait Penyakit Leptospirosis ,Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Berpesan
Terkait Penyakit Leptospirosis ,Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Berpesan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCCmHGEMp-Xg855LgT1jA-wVjDnkk7LKC5dyj_2zMVBnLvBxS2B7ebhevFHTW1JzBb3jTY2feEK3aobneEPtO7cnPA6JNXNBbd6ZVRsE41DNQ2lJgYFa0GKej134lMIFvIzawYbtvlczSHx5yBbKga3RKj4uCPZ3Oo4GMDMDtEyMGBtpT9mMa_kyaxJQF/w640-h638/IMG-20240130-WA0006.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCCmHGEMp-Xg855LgT1jA-wVjDnkk7LKC5dyj_2zMVBnLvBxS2B7ebhevFHTW1JzBb3jTY2feEK3aobneEPtO7cnPA6JNXNBbd6ZVRsE41DNQ2lJgYFa0GKej134lMIFvIzawYbtvlczSHx5yBbKga3RKj4uCPZ3Oo4GMDMDtEyMGBtpT9mMa_kyaxJQF/s72-w640-c-h638/IMG-20240130-WA0006.jpg
beritagress.com
https://www.beritagress.com/2024/01/terkait-penyakit-leptospirosis-kepala.html
https://www.beritagress.com/
https://www.beritagress.com/
https://www.beritagress.com/2024/01/terkait-penyakit-leptospirosis-kepala.html
true
2254082494920878739
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy