Magetan, beritagress.com
Bertempat di kantor kecamatan Kartoharjo, Pemkab Magetan Menggelar Musrengbang Kecamatan Kartoharjo, Musrengbang bertujuan untuk menyusun RKPD Kabupaten Magetan Tahun 2025, serta menampung beberapa usulan dan aspirasi dari desa.
Musrengbang di tingkat kecamatan ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun, Kali ini dihadiri Camat Kartoharjo, OPD Magetan, forkompimca Kartoharjo, Kades se Kecamatan Kartoharjo, BPD, Toga, Toma dan hadir juga anggota DPRD Magetan dari fraksi PDIP.
Camat kartoharjo, Syaiful Yani S.Sos sambut hangat kedatangan dari kedua anggota DPRD Magetan yaitu Joko Suyono dan Rita Haryati.
“kami mengucapkan terima kasih kepada undangan yang telah meluangkan waktunya dalam Musrengbang tingkat kecamatan ini. Ini merupakan hal yang sangat istimewa untuk menyampaikan ususlan skala perioritas dari desa-desa di Kecamatan Kartoharjo,”ucap Syaiful Yani. Rabu (31/01/2024)
Dijelaskan Yani, bahwa hasil dari pembahasan dan kesepakatan musrenbang kecamatan ini akan digunakan sebagai bahan penyusunan rancangan akhir RKPD yang bertujuan untuk menetapkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah, serta memastikan usulan program prioritas kecamatan terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD.
“Dimana telah ditentukan dan disepakati pilihan program-program kegiatan prioritas yang mendesak untuk dijadikan bahan dalam penyusunan Rancangan Akhir RKPD.”paparnya.
Pun demikian, Rita Haryati juga memberikan masukan karena usulan usulan dari desa sudah banyak yang skala perioritas disetujui oleh bapeda, maka rita menawarkan yang tidak masuk dalam skala perioritas bisa dikomunikasikan dengan DPRD Magetan.
“Bahwa Musrengbang ini bertujuan sebagai wadah,sarana yang fungsinya untuk rembukan,mungkin ada usulan dari masyarakat,atau dari bawah ke atas sehingga harapannya RkPD ini nanti akan tepat sasaran.”bebernya
Ditegaskan juga oleh Joko Suyono, “kami tekankan pada masyarakat, Kades, BPD serta Bapeda, bahwa musresbang ini merupakan rangkaian yang selalu terjadi dalam perumusan rencana pembangunan desa memang tidak lepas dari skala prioritas yang di dahulukan, namun, lebih saya tekankan pada sisi untuk desa serta bapeda tamu yang hadir janganlah insfrastruktur serta bangunan fisik saja yang kita genjot,”tegasnya.
“Lebih penting, dialokasikan pada pembangunan sumber daya manusia. Ini perlu perencanaan yang matang, dengan dihidupkannya UMKM, Bumdes yang sudah terbentuk di hidupkan lagi, rencana kerja kedepan seperti apa, supaya berpontensi lebih maju dalam pengembangan Sumber Daya Manusia,”pungkasnya.
Joko Suyono mengajak mulai sekarang buang jauh-jauh pemikiran dekat dengan dewan itu pasti jelek atau nanti bawa ke sana kemari karena apa tidak satupun hal di pemerintahan ini yang bukan merupakan keputusan politik bahkan posisi kepala desa diperoleh melalui proses demokrasi atau pemilihan.
“Kita buka wawasan kebersamaan dalam memahami pentingnya komunikasi politik
demi dan untuk majunya desa masing masing.”tandasnya
(Gun)





