![]() |
| Bupati Ponorogo Kang Sugiri Sancoko Serahkan Serifikat Program PTSL kepada Warga Penerima Sertifikat |
Ponorogo– beritagress.com,- Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Ponorogo melakukan penyerahan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Selasa (15/08/2023).
Berlangsung di Balai Desa Plosojenar. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyerahkan 10 (sepuluh) sertifikat secara simbolis kepada penerima sertifikat tanah untuk program PTSL tahun 2023.Hal ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas tanah masyarakat.
“Sertifikasi program PTSL ini bertujuan untuk percepatan pemberian dalam kepastian hukum, dan perlindungan hukum hak atas tanah masyarakat secara pasti, cepat, lancar, aman, adil dan merata, serta terbuka dan akuntabel,” kata Sugiri.
Sugiri Sancoko melanjutkan, tidak adanya sertifikat tanah bisa sangat berpotensi menjadi masalah. Menurutnya sudah banyak kasus sengketa tanah dan sengketa lahan terjadi atas tidak adanya sertifikat tanah.
“Dengan telah dimilikinya sertifikat, maka status kepemilikan hak atas tanah menjadi jelas, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan adanya sengketa atas kepemilikan hak tanahnya,” jelas Sugiri.
Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ponorogo, Arinaldi menyampaikan, ada 1.365 buah sertifikat tanah yang akan dibagikan di Desa Plosojenar.
“Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Plt. Bupati kepada bapak Camat, dan untuk Forkopimca, jajaran Kepala Desa dan panitia serta bapak/ibu sekalian dengan suksesnya 1.365 bidang di Desa Plosojenar ini,” jelasnya.
Melalui program ini Kepala Desa PlosojenarSutris berpesan kepada masyarakat di Desa Plosojenar untuk dapat menjaga baik sertifikat tanah yang telah diberikan dan dapat memberdayakan tanah yang telah dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan.
Alhamdulillah semua berjalan dg lancar, dan hari ini hnya simbolis 200 orang, Pungkasnya"
( nda)






