Ponorogo,beritagress.com,- Jengkel karena tidak ada tindakan dari pihak Pemerintah desa terkait penanganan warung kopi esek- esek di desa Demangan kecamatan Siman Ponorogo, Ratusan warga desa Demangan nglurug ke lokasi warung yang diduga menjual jasa kenikmatan sesaat yang berada sepanjang jalan Siman Jabung.
Ratusan warga tersebut menggelar tulisan dan berteriak minta agar warung tersebut ditutup.
Setelah digelar mediasi baik pihak warga desa dan perwakilan pemilik warung disaksikan dari pihak kepolisian, satpol PP dan koramil setempat memunculkan kata kesepakatan diantaranya menutup warung kopi yang mengarah prostitusi dan membongkar kamar pada waktu yang ditentukan.
Menurut Amat salah satu warga yang mewakili warga desa Demangan mengatakan bahwa kesepakatan yang dibuat tersebut sementara waktu kita terima, Akan tetapi pihak warga terus akan memantau perkembangan dan jika masih ada indikasi prostitusi.
" Kami warga Demangan tetap bersikukuh untuk menutup warung tersebut ,Mengingat wilayah itu masih di desa Demangan, Dan kami tidak hanya menutup akan tetapi membongkar bangunan itu kendati warung tersebut numpang di lahan PJKS akan tetapi ada diwilayah desa kami Demangan" jelasnya
Sementara itu Joko Subagyo pemilik warung mengatakan pihaknya siap untuk menutup warung, asalkan warungnya jangan dibongkar.Kalau memang dibongkar dengan catatan di beli atau dengan ganti rugi .
"Kami siap untuk menutup warung dan ganti jualan yang lain, asal jangan dibongkar Kami orang kecil, kalau warung dibongkar kami mau makan apa. Tolong dikasih solusi " jelasnya.
Sementara Siswanto itu kasiops satpol PP kabupaten Ponorogo mengatakan bahwa ini sudah mulai tahapan untuk menidaklanjuti persoalan warung tersebut.Memang prostitusi itu sesuatu yang sangat tidak baik untuk itu kami akan segera menindaklanjutinya .Masyarakat menghendaki percepatan ,Kami satpol PP siap melaksanakan tugas karena kita diamanahi perda no 5 tahun 2011.Untuk itu kita kerja sesuai prosedur dengan menggunakan tahapan- tahapan ." Dalam minggu ini sudah kami peringatkan. Malah sudah ke 2 kalinya, Jadi kedepan kita peringatkan lagi.Jika peringatan demi peringatan kami tidak diindahkan terpaksa kami bongkar atau mereka ( pemilik warung ) yang akan membongkar sendiri" jelas Siswanto
Siswanto menambahkan andaikan kami bongkar dan kami bersihkan bagi penghuni warung yang bukan warga asli ponorogo kita serahkan ke Dinsos dan bagi warga Ponorogo kita bina di BLK .( Yogie)





