Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Sidorejo tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga bersama. Jalan sehat menjadi ruang bertemunya masyarakat lintas desa sekaligus momentum memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Sejak pagi, halaman kantor kecamatan dipadati warga yang datang dengan penuh antusias. Peserta dari berbagai desa mengikuti rute jalan sehat dengan suasana penuh keakraban, sebelum kembali berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara dan pengundian berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia.
Camat Sidorejo, Budi Andriana, SH, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat.
“Jalan sehat ini kami laksanakan sebagai bentuk kebersamaan. Pesertanya berasal dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Sidorejo. Kami ingin masyarakat bisa berkumpul, berolahraga bersama, sekaligus membangun rasa guyub dan kerukunan,” ucap Budi.
Menurutnya, antusiasme ribuan warga menjadi gambaran bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung masih memiliki daya dorong kuat untuk membangun kebersamaan di tingkat kecamatan.
![]() |
| Camat Sidorejo, Budi Andriana (tengah) saat foto bersama dengan semua jajaran perangkat dan panitia |
Selain memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan bersilaturahmi, penyelenggaraan jalan sehat juga diramaikan dengan beragam hadiah. Doorprize tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi memeriahkan kegiatan.
Budi menegaskan, pemerintah kecamatan tidak hanya hadir melalui pelayanan administratif, tetapi juga berupaya menciptakan ruang interaksi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus menjaga kekompakan masyarakat Sidorejo. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama. Karena pembangunan tidak akan maksimal tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Meriahnya jalan sehat Kecamatan Sidorejo menunjukkan bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan besar dan formal. Ruang sederhana untuk bertemu, bergerak bersama, dan saling menyapa justru dapat menjadi modal sosial penting dalam menjaga kerukunan masyarakat.
Dengan ribuan warga yang hadir dari berbagai desa, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa Sidorejo bukan sekadar wilayah administratif, tetapi sebuah komunitas yang tumbuh melalui kebersamaan, partisipasi, dan gotong royong masyarakatnya. (Gun)






